Fanbase Newcastle: "Jika Rafael Benitez Pergi, Kami Juga Akan Pergi"

Fanbase Newcastle: "Jika Rafael Benitez Pergi, Kami Juga Akan Pergi"

Di era Premier League, nama Newcastle United sama terkenalnya dengan ketidakterkenalan mereka, pujian terkadang terdengar seperti sebuah ejekan karena minimnya prestasi mereka di era sekarang. Namun apapun itu, tidak pernah ada waktu yang membosankan di Tyneside.

Bagi sebagian besar pendukung setia The Toon Army, ada semacam kebanggaan tersendiri mendukung tim ini, meskipun selama bertahun-tahun lebih banyak diisi dengan kekecewaan. Newcastle tetap menjadi salah satu raksasa tidur sepakbola Inggris, meski akhir-akhir ini, kata 'tidur' sepertinya tidak lagi cocok disematkan untuk mereka, melainkan lebih cocok menjadi kata 'koma'.

Dan entah kapan dimulainya, beberapa hari belakangan muncul riak gejolak di Tyneside dimana muncul gerakan baru di atas parit-parit St. James Park lengkap dengan slogannya: #IfRafaGoesWeGo. Bermula dari desas-desus yang meresahkan, para penggemar Newcastle di seluruh negeri mengancam akan meninggalkan dukungan mereka bagi klub jika Rafael Benítez dipecat musim panas ini.

Di pusat protes ini, seperti halnya sebuah sinetron yang baik, narasi penjahat vs pahlawan dipenuhi oleh dua pemain kunci: tiran jahat Mike Ashley melawan sang pahlawan, Benitez.

Kesederhanaan ala Rafa, hubungan simbiosisnya yang kuat dengan para penggemar dan auranya yang besar telah berhasil menumbuhkan harapan baru serta kebanggaan di klub ini, sesuatu yang telah hilang untuk waktu yang lama. Dalam dua setengah tahun sejak penunjukkan Rafa yang cukup mengejutkan sebagai manajer, pria asal Spanyol ini telah berhasil memandu beraneka ragam pemain yang terdegradasi untuk kembali ke Premier League dengan merebut gelar juara Championship, mengembalikan klub ke 10 besar Liga Primer sambil mendapatkan laba 19 juta poundsterling di bursa transfer.

Namun, rumor telah muncul dalam beberapa pekan terakhir bahwa Ashley menolak untuk melepaskan dana transfer ke Benitez sampai dia berkomitmen untuk perpanjangan kontrak. Benitez di lain sisi, yang terbiasa dengan janji-janji palsu dan was-was dengan kebiasaan sang bos, diduga menunda menandatangani perpanjangan kontrak sampai dia melihat bukti yang cukup bahwa sang bos mendukung ambisi para penggemar tim ini.

Setelah dijanjikan investasi musim panas ini oleh Ashley, terlepas dari status pengambilalihan yang mungkin saja terjadi, Newcastle hanya mendapatkan satu pemain baru, yakni Ki Sung-yueng yang tiba dengan mahar gratis dari Swansea. Sementara pemain internasional Swiss, Fabian Schar, sampai tulisan ini dibuat, masih dalam tahap negosiasi. Sementara Kenedy dan Martin Dúbravka, berhasil dipermanenkan. Di luar itu, klub telah menghasilkan setidaknya £ 15 juta dari penjualan Mikel Merino dan Chancel Mbemba.

Ketika Anda menyadari bahwa rekor transfer klub sudah berlalu sejak 13 tahun lalu - 16 juta poundsterling atas nama Michael Owen pada tahun 2005 - hampir tidak mengherankan mengapa ambisi yang tidak terpuaskan seperti itu telah membuat para fans Newcastle kelaparan, membanjiri pos media sosial agen pilihan Mike Ashley, Keith Bishop Associates, dengan banyak komentar yang meremehkan.

Seorang pujangga dan novelis terkenal, Victor Hugo, pernah berkata: "tidak didengar bukanlah alasan untuk diam", dan mantra ini tidak bisa lebih benar dari teriakan fanbase Newcastle saat ini. Pesan itu begitu keras dan jelas. Perwakilan dari persatuan fanbase pusat Newcastle, Chi Onwurah, menyampaikan petisi kepada dewan parlemen pada hari Selasa untuk mencegah Ashley mengekploitasi klub terus-menerus.

Hal ini tidak seperti biasanya bagi para penggemar yang dibiarkan dalam gelap karena transaksi transfer dan pengambilalihan sering diadakan secara rahasia di balik pintu tertutup dan oleh para administrator yang kurang dikenal. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, fans memiliki sesuatu untuk dihargai di dalam diri Benitez - seorang manajer yang dikagumi dan sosok yang dianggap mampu mengembalikan kebesaran tim. Jika salah urus dan manajemen yang buruk mengancam hal itu, maka para suporter punya hak untuk mengaum.

Fans berharap bahwa episode ini adalah salah satu episode terakhir di bawah pemerintahan Ashley yang merusak. Drama ini sungguh sangat menyiksa dan benar-benar memalukan. Benitez jauh lebih dari seorang manajer hebat: dia adalah harapan. Dia adalah benang di mana basis penggemar tergantung, dan jika dia pergi, kita pergi. Pemerintahan Ashley selama 11 tahun di klub telah mencapai serangkaian klise yang malang dan sudah saatnya para suporter turun dari kereta api kekecewaan yang melelahkan itu.

sumber : The Guardian
Share This :