Kemenangan 4-2 Perancis Atas Kroasia di Final Piala Dunia 2018, Serta Sinar Terang Griezmann, Mbappe, dan Pogba

Kemenangan 4-2 Perancis Atas Kroasia di Final Piala Dunia 2018, Serta Sinar Terang Griezmann, Mbappe, dan Pogba
Kemenangan 4-2 Perancis Atas Kroasia di Final Piala Dunia 2018, Serta Sinar Terang Griezmann, Mbappe, dan Pogba


Kylian Mbappe dan Paul Pogba mencetak gol luar biasa untuk menolong Perancis mengamankan trofi Piala Dunia, tetapi mereka juga harus berterima kasih kepada keputusan VAR yang kontroversial dan memberikan kesempatan Antoine Griezmann mengonversi penaltinya menjadi gol.

Ini adalah final yang sempurna untuk sebuah festival sepakbola yang telah menggetarkan dunia. Dua tim di final ini berbagi enam gol - yang paling banyak di final sejak Inggris mengalahkan Jerman Barat pada tahun 1966.

Kota Moskow dipenuhi dengan warna-warni dan kebisingan sebelum kick-off, apalagi di Luzhniki Stadium.
Dalam hal perwakilan pendukung terbesar, Kroasia memenangkannya dengan mudah. Jersey kotak-kotak merah dan putih mendominasi sisi stadion, dibandingkan dengan lebih sedikit penonton dengan jersey Prancis di bagian ujung tribun penonton lainnya.

Pertunjukan pra-pertandingan seharusnya menjadi panggung Will Smith. Namun, legenda Brazil, Ronaldinho mencuri pusat perhatian dengan memainkan gendang bongo dan mendapatkan tepuk tangan meriah.
Tetapi orang-orang yang menyebabkan tiket terjual habis ini tidak datang ke sini untuk hiburan ringan - mereka ingin dua tim sepak boladi final memainkan drama.
Dan mereka tidak dibuat kecewa karena pertandingan ini dimulai dari awal karena Kroasia yang turut memainkan permainan menyerang.

Pasukan Didier Deschamps memenangkan pertandingan mendebarkan untuk melepaskan ekspresi  kebahagiaan setelah peluit akhir, namun Kroasia akan menyesali keputusan VAR yang  merugikan mereka. Dalam banyak hal, ‘fasilitas’ yang diperdebatkan ini harus melakukan satu kali tugas lagi di turnamen ini. Sebagai penegasan, VAR mendominasi agenda berita pada dua minggu awal Piala Dunia Rusia 2018.

Susunan pemain kedua tim tidak berubah, tetapi tidak cukup kuatnya tim Zlatko Dalic menyerang pertahanan Les Bleus adalah hal mengejutkan mengingat tiga pertandingan mereka sebelumnya, termasuk kemenangan semifinal atas Inggris, harus diteruskan ke babak perpanjangan waktu.
Sebaliknya, tim Perancis di awal terlihat seperti orang-orang yang lamban, mudah terjatuh setiap terkena tackle. Namun Kroasia tidak memanfaatkan semuanya, dengan Perancis yang teryata lebih siap untuk menyebabkan kegagalan Kroasia.

Dan itulah waktu mereka segera menyesalinya. Prancis tidak melakukan sesuatu yang tidak terduga ketika Griezmann 'memenangkan' tendangan bebas di luar area penalti. Yang tidak terduga adalah Mario Mandzukic, orang yang mematahkan hati timnas Inggris, memasukkan bola gawangnya sendiri. Mandzukic tentu ingin mengukir sejarah di malam Piala Dunia ini, tetapi mencetak gol bunuh diri pertama di sepanjang sejarah final Piala Dunia tentu tidak pernah terbayangkan dalam benaknya.

Pertanyaannya adalah mengenai apakah Kroasia akan bereaksi – dan kita tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan jawabannya. Hanya 10 menit kemudian, Domagoj Vida mengoper ke Ivan Perisic di sisi kotak penalti dan Perisic mengonversi bola menjadi sebuah gol yang menghidupkan harapan Kroasia. Skor berimbang 1-1 setelah  tendangan Antoine Griezmann terpotong oleh Blaise Matuidi dan sampai ke kaki Ivan Perisic dari jarak dekat.

Perancis dipaksa untuk memulai lagi, namun kemudian kontroversi VAR menyelamatkan mereka. Awal gol kedua Perancis dalah kemelut yang tampak seperti kasus handball di kotak penalti, tetapi yang mengejutkan banyak orang, wasit Nestor Pitana baru menunjuk ke titik penalti setelah didesak untuk memeriksanya oleh petugas VAR.
Griezmann dengan tenang mengonversi tendangan penaltinya menjadi gol untuk mengembalikan keunggulan Prancis, dan meskipun sudah berusaha semampunya, Kroasia tidak benar-benar pulih.

Meskipun belum memainkan permainan terbaik mereka pada babak pertama, Perancis mengamankan keunggulan 2-1 pada jeda pertandingan.

Pada babak kedua, ancaman terbesar Kroasia ke gawang Perancis adalah serangan cepat setelah usai waktu istirahat, namun serangan cepat itu pun cepat berakhir. Pogba dan Mbappe menghidupkan stadion kembali dengan lesatan gol-gol mereka yang menegaskan efektivitas serangan tim Perancis dan mengubah skor menjadi 4-1.

Kroasia tidak menyerang dengan cukup bertubi-tubi kecuali pada 20 menit terakhir, setelah blunder kontroversial Hugo Lloris dan kedudukan sudah menjadi 4-2. Kroasia terlihat memalukan, akan tetapi sorotan berubah tajam ke Hugo Lloris yang berlama-lama berada dengan bola di kakinya, membuat Mandzukic melakukan tackle yang mudah dan menjadikannya gol ke gawan Perancis.

Hal ini langsung menjadi bulan-bulanan para pengguna media sosial, dan menggiring nama Karius kembali ke ingatan dan menjadikan “Karius” salah satu top trends di salah media sosial berbasis teks, Twitter. Untung saja blunder ini tidak mengubah kemenangan Perancis, dan timnas Perancis di bawah asuhan Didier Deschamps telah memberikan hadiah terhebat di dunia sepakbola kepada negaranya sejak terakhir kali Zinedine Zidane dkk mempersembahkannya tepat 20 puluh tahun lalu. Perayaan kemenangan Perancis ditandai dengan hujan yang turun di kota Moskow.

Namun, apabila mitos pada juara Piala Dunia kembali terjadi, sudah siapkah anda melihat Antoine Griezmann, Kylian Mbappe, serta Paul Pogba gagal lolos fase penyisihan grup di Piala Dunia Qatar 2022?

Berikut kami sertakan pemenang penghargaan individual pada perhelatan Piala Dunia Rusia 2018:
•    Golden Glove Award: Thibaut Courtois (Belgia)
•    Golden Shoes Award: Harry Kane (Inggris)
•    Golden Boot Award: Luka Modric (Kroasia)
•    Young Player Award: Kylian Mbappe (Perancis)

Sekali lagi, selamat, Les Bleus!






*sumber: Evening Standard, dengan beberapa pengubahan.

Share This :