Bagaimana Kepa Arrizabalaga Menjadi Kiper Termahal Dunia

Bagaimana Kepa Arrizabalaga Menjadi Kiper Termahal Dunia
Bagaimana Kepa Arrizabalaga Menjadi Kiper Termahal Dunia

Kepa Arrizabalaga berusia 22 tahun ketika untuk pertama kalinya menghadapi Real Madrid di kandang sendiri, San Mames.

Di satu adegan penyerangan berbahaya oleh Madrid saat itu, Marcelo merangsek ke depan, mengirim umpan matang kepada Karim Benzema yang kemudian diteruskan kepada Cristiano Ronaldo yang berhasil lolos dari penjagaan. Ronaldo menembak ke tiang jauh. Bola meluncur di lintasan yang sangat canggung untuk dapat dijangkau kiper. Namun Kepa berhasil menjatuhkan diri, menepis bola hingga membuatnya berbelok arah dan akhirnya membentur tiang. Anak muda itu telah bersua pencetak gol paling menakutkan di zaman ini dan berhasil keluar sebagai pemenang. Kepa telah lulus ujian.

Kepa bergabung dengan akademi Bilbao pada 2004. Pelatih Leeds United saat ini, Marcelo Bielsa-lah yang saat itu memasukkannya ke tim utama Bilbao pada 2012, saat ia baru berusia 17 tahun meski tak langsung diturunkan. Di tahun tersebut, Kepa menorehkan prestasi yang sangat cemerlang meski mungkin tak begitu banyak diperhatikan orang, yakni berhasil keluar sebagai juara Piala Eropa U-19 dimana ia sendiri berhasil melakukan 2 saves di babak adu pinalti di partai final melawan Perancis, yang saat itu diperkuat Paul Pogba dan Samuel Umtiti.

Prestasi tersebut rupanya benar-benar tak membuat Kepa otomatis terkenal. Ia bahkan harus menunggu hingga Bulan September 2016 untuk menjalani debut La Liga-nya bersama Bilbao.Musim lalu mungkin menjadi ujiannya yang paling berat karena Bilbao harus berjuang mati-matian untuk dapat bertahan di divisi teratas Spanyol.

"Kiper adalah posisi yang sangat krusial," kata mantan bek Bilbao, Andoni Goikoetxea. "Kiper yang baik dapat membantu tim meraih kejayaan, sebaliknya, kiper yang buruk dapat merusak tim yang bermain baik. Musim lalu Kepa sangat fantastis, meski harus diakui Bilbao sangat jauh dari misi awal mendekati zona Eropa. Gawang telah dijaga dengan baik, dan performanya memberikan angin positif."

Dunia mulai benar-benar memperhatikan keberadaan Kepa ketika pada bursa transfer musim dingin musim lalu namanya menjadi headline perang tarik-menarik harga antara Bilbao dan Real Madrid. Konon, Kepa bahkan disebut-sebut akan segera berganti kostum. Namun, manajer Madrid saat itu, Zinedine Zidane, pada akhirnya memilih untuk menunda transfer tersebut dengan alasan tidak ingin mengganggu keharmonisan skuadnya saat itu.

Ketika perjanjian transfer tersebut batal, Bilbao langsung menegosiasi ulang kontrak Kepa, dan menaikkan klausa buy-out nya dari 20 juta menjadi 80 juta euro, angka yang seperti kita semua tahu, akhirnya ditebus oleh Chelsea dan secara resmi menjadikan Kepa Arrizabalaga sebagai kiper termahal dunia.

"Walau termasuk masih sangat muda, Kepa memberikan rasa nyaman pada barisan bek. Potret itu sangat jelas terpatri dalam ingatan saya," kata Angel Iturriaga, penyusun buku Dictionary of Athletic Club Players. "Saya ingat bola pertama yang datang kepadanya, ia tangkap dengan cara yang sangat dewasa."

"Dia pemuda yang sangat tenang," tambah Goikoetxea. "Anda bahkan sudah dapat menganalisanya dari caranya berbicara yang lembut dan sopan pada orang lain. Dia tak pernah mengucapkan sesuatu yang kasar, dan saya pikir poin ini menjadikan ia dipercaya oleh barisan beknya. Itu poin yang sangat penting. Seorang kiper yang dapat menumbuhkan kepercayaan dengan para bek, menjadi jaminan pertahanan yang kokoh."

Kelemahan Kepa yang paling kentara, menurut Goikoetxea lagi, adalah terlalu percaya diri pada gerak refleksnya. Kepercayaan diri ini membuat kiper yang di masa kecilnya pernah menjadi juara sebagai pelatih burung tersebut seringkali terlalu berlama-lama di bawah mistar. 

"Itu bukan hal yang bagus. Kepa harus meningkatkan skill-nya dan lebih banyak keluar sarang untuk membantu para bek. Di Athletico dia mendapatkan perlindungan dari fans, namun sekarang dia bermain di negara lain dan untuk klub yang selalu berambisi untuk gelar juara. Dia akan menemukan cinta namun juga permusuhan. Kepa, saya yakin, akan memberikan stabilitas yang sempurna untuk Chelsea. Mari kita lihat saja perkembangan bocah asal Ondarroa ini."

sumber : Bleacher Report
Share This :