Apa itu UEFA Nations League?

Apa itu UEFA Nations League?

Apa itu UEFA Nations League?

UEFA Nations League atau boleh disebut juga Liga antar negara-negara Eropa, adalah sebuah turnamen sepakbola baru yang mulai diadakan tahun 2018 ini. Semua negara Eropa yang berada di bawah naungan UEFA akan saling berlaga dalam kompetisi berformat liga, dimana 4 tim terbaik nantinya akan masuk putaran final tahun 2019 mendatang, dan juaranya akan disebut sebagai Nations League Champion atau Juara Liga Negara.

Dalam rangka meningkatkan kualitas sepakbola antar negara dan sekaligus mereduksi laga-laga persahabatan yang tak begitu berguna, UEFA - yang sebenarnya sudah merencakan format kompetisi ini sejak 2011 - memutuskan untuk membuat sebuah kompetisi yang menghibur dan berkualitas tinggi.

Bagaimana UEFA Nations League akan Berjalan?

Akan ada 55 tim yang terlibat dan dibagi ke dalam 4 divisi (A, B, C dan D), dimana keempat divisi ini ditentukan berdasarkan ranking UEFA per November 2017, atau ketika babak kualifikasi Piala Dunia 2018 untuk zona Eropa berakhir. Dengan format seperti ini, maka bisa dibilang Divisi A adalah yang paling atas atau bisa disebut juga Premier League-nya Eropa, karena diisi tim-tim besar dengan peringkat tertinggi.

Di setiap divisi nantinya, akan dibagi lagi menjadi beberapa grup yang akan diisi 3 atau 4 tim. Karena berformat liga, tentunya akan ada degradasi dan juga promosi. Empat tim terbawah dari Divisi A, akan terdegradasi ke Divisi B. Sebaliknya, 4 tim teratas Divisi B akan mendapatkan promosi dan berlaga di Divisi A yang akan mulai dihelat pada 2020. Begitu seterusnya untuk Divisi C dan D, sama seperti liga-liga lokal yang selama ini kita kenal. Menarik bukan? 😊

Sementara itu, 4 tim teratas dari 4 grup di Divisi A, lolos sebagai The Final Four yang akan memperebutkan gelar juara Nations League seperti yang telah disebutkan di atas. The Final Four ini sendiri akan selalu dihelat setelah kompetisi liga lokal berakhir (sekitar Bulan Juni) dan akan selalu diadakan di tahun ganjil, sehingga tidak mengganggu jadwal Piala Dunia maupun Piala Eropa.

Kapan saja pertandingan UEFA Nations League ini digelar?

Liga antar negara-negara Eropa, di setiap divisi, secara normal masing-masing tim akan memainkan 6 laga, dengan sistim head 2 head alias kandang tandang, dan mengambil jatah waktu jeda internasional (yang biasanya untuk laga-laga persahabatan) di sekitar Bulan September, Oktober dan November.

Apakah UEFA Nations League dihitung sebagai pengganti Kualifikasi Piala Eropa?


Secara mendasar, UEFA Nations League bukanlah pengganti babak kualifikasi untuk Piala Eropa ataupun Piala Dunia mendatang. Namun, Liga antar bangsa-bangsa Eropa ini memiliki andil dalam menentukan peserta Piala Eropa kelak. Negara-negara peserta babak kualifikasi untuk Piala Eropa 2020 akan dibagi ke dalam 10 grup, dimana 2 tim teratas (total ada 20 tim) akan langsung lolos ke putaran final Piala Eropa 2020. Harap diingat, Piala Eropa edisi ini akan diikuti oleh 24 negara, jadi bukan lagi 16 peserta seperti edisi-edisi sebelumnya.

Di sinilah UEFA Nations League akan memberikan perannya untuk sisa 4 jatah peserta Piala Eropa 2020 yang akan mengikuti babak play-off. Babak play-off sendiri akan diikuti oleh 16 tim, yang diambil dari 4 Divisi UEFA Nations League yang telah usai (masing-masing divisi menyumbang 4 peserta dengan nilai terbaik namun belum lolos via jalur kualifikasi). Jadi, babak kualifikasi Piala Eropa yang dimulai pada Maret hingga November 2019, hanya akan menyumbang 2 tim teratas masing-masing grup. Tidak ada lagi peringkat 3 terbaik kualifikasi yang akan mengikuti babak play-off.

Apa Keuntungan dari UEFA Nations League?

Secara kasat mata cukup jelas, bahwa setiap laga kini tampak lebih berarti dan tentunya akan lebih kompetitif. Pembagian divisi berdasarkan ranking juga terasa lebih adil bagi tim-tim kecil karena mereka hanya akan bertemu tim-tim yang selevel dan kemungkinan terhindar dari kekalahan dengan skor besar. Dengan sistim play-off yang baru, tim-tim kecil ini bahkan berpeluang cukup besar untuk dapat lolos ke putaran final Piala Eropa. Bagi para fans, ini seperti impian yang menjadi kenyataan karena praktis tim-tim besar akan lebih sering bersua, dan bagi kelompok suporter garis keras, gengsi 'laga persahabatan' tentunya akan menjadi lebih eksklusif dan tak lagi boleh dilewatkan.

Apakah UEFA Nations League berarti akhir dari tajuk laga persahabatan itu sendiri?

Tidak sepenuhnya. Masih ada ruang untuk melihat negara-negara Eropa bertanding dengan tim-tim dari benua lain dalam laga jeda internasional. Tapi harus diakui, mungkin kesempatan untuk itu tak akan lagi sebanyak sebelumnya karena praktis UEFA Nations League akan dipandang lebih serius dan menguras tenaga.

Apakah UEFA Nations League membuat pemain lebih banyak menjalani pertandingan?

Sangat tidak. Dengan kalkulasi yang sangat cermat, perhelatan UEFA Nations League benar-benar hanya mengambil jatah kalender jeda internasional. Bahkan, UEFA mengklaim bahwa kompetisi baru ini sudah pasti akan mereduksi tingkat ketegangan atau stres pada fisik pemain, karena praktis para pemain, khususnya yang berasal dari Eropa tentu saja, akan menjalani tur lebih pendek dan dapat kembali ke klub masing-masing lebih cepat.

Nah, itulah beberapa hal seputar UEFA Nations League yang perlu Anda tahu. Dengan intensitas pertemuan tim-tim besar yang semakin sering terjadi, jeda laga internasional kini seharusnya tak lagi menjadi waktu yang membosankan untuk menunggu datangnya kompetisi liga lokal. Dan bukan tidak mungkin, konsep ini akan menjadi populer dan di-copy oleh konfederasi sepakbola dari benua yang lain. 😎

sumber : Skysports
Share This :