Kisah Tentang Boss AC Milan yang Tidak Disukai

Kisah Tentang Boss AC Milan yang Tidak Disukai
Kisah Tentang Boss AC Milan yang Tidak Disukai

Li Yonghong dan kegagalan bisnisnya sebesar 740 juta Euro untuk mengambil alih klub AC Milan tak terdengar kabarnya sampai pebisnis ini terlihat kembali di acara kumpul keluarga.

Namanya, seperti salah seorang jurnalis sebutkan, sekarang hanyalah “ingatan buruk dan menyedihkan” bagi para pendukung Milan. Kurang dari dua tahun setelah Li Yonghong menandatangani perjanjian awal dengan Silvio Berlusconi untuk mengambil alih klub ini - yang dulu memasarkan diri sebagai “klub paling terkenal di dunia” -, sebuah video berdurasi 8 detik berisi kemunculan pebisnis asal China ini dalam acara barbekyu keluarga menjadi viral di Italia minggu lalu.

Ini adalah kali pertama Li terlihat sejak ia gagal menolong Milan menyelesaikan masalah berkenaan dengan peraturan UEFA financial fair play meskipun ia telah meminjamkan dana 32 juta Euro pada akhir musim lalu. Elliot Management, perusahaan pengelola investasi global asal Amerika, yang sebelumnya juga telah menyediakan pinjaman dana sebesar 300 juta Euro untuk membantu Li menyelesaikan pengambilalihan klub dengan total sebesar 740 juta Euro tahun lalu, segera mengambil alih kendali Milan pada bulan Juli, dan berjanji untuk menginvestasikan lebih dari 50 juta Euro dalam upaya untuk menstabilkan klub pemenang piala Champions tujuh kali ini.

“Dukungan keuangan, stabilitas, dan pengawasan yang tepat merupakan prasyarat yang diperlukan untuk sukses di lapangan dan pengalaman penggemar kelas dunia,” seperti dikutip dari pernyataan pendiri perusahaan dan kepala eksekutif gabungan Elliot, Paul Singer. “Elliott melihat ke depan untuk tantangan mewujudkan potensi klub ini dan mengembalikan Milan ke jajaran klub sepak bola Eropa terbaik di mana mereka seharusnya berada. Elliott juga sangat meyakini peluang penciptaan nilai di Milan.”

Sejauh ini, setidaknya, Elliot telah melakukan langkah-langkah sebaik kata-kata mereka. Kurang dari dua minggu setelah Elliott memegang kendali, mantan direktur olahraga klub, Leonardo kembali ke posisi tersebut yang pertama kali dia duduki pada 2008, sebelum pria Brasil ini mengambil alih posisi sebagai manajer untuk satu musim pada tahun 2009. Pemenang Piala Dunia 1994 ini bergabung bulan ini dengan Paolo Maldini sebagai direktur strategi dan pengembangan olahraga – setelah sebuah kudeta yang dilakukan mantan bek legendaris itu yakni menolak peran serupa tahun lalu di bawah kepemilikan Li - sementara Kak√°, pemenang Ballon d'Or 2007, juga bakal diberikan peran di mantan klubnya ini, berpotensi bekerja di bawah Ivan Gazidis, kepala eksekutif Arsenal yang belakangan terus digoda untuk pindah.

Milan telah menghabiskan hampir 100 juta Euro untuk belanja pemain musim panas ini, termasuk peminjaman Gonzalo Higuain dari Juventus dengan biaya 16 juta euro, dalam usaha kembali ke Liga Champions untuk pertama kalinya sejak kalah dan keluar di babak 16 besar musim 2013-2014.

Penundaan pertandingan melawan Genoa setelah runtuhnya jembatan Morandi membuat tim Gennaro Gattuso terus menunggu hingga Sabtu malam untuk memulai kampanye Serie A mereka, di Naples. Semua hal tampak baik ketika Giacomo Bonaventura dan Davide Calabria memberi Milan keunggulan 2-0, namun ternyata hanya memancing tuan rumah Napoli menang 3-2. Namun, meskipun ada ketidakpastian mengenai nasib klub saat memasuki era kepemilikan Elliot, suasana yang tercipta jauh lebih positif daripada musim lalu di bawah kepemimpinan Li.

“Jika kita melihat pergerakan terbaru Milan di bursa transfer, maka penggemar Milan harus optimis," kata Pippo Russo, seorang sosiolog dari University of Florence yang memiliki spesialisasi dalam sepakbola. “Saat-saat terburuk dalam sejarah mereka kini telah berlalu. Akan tetapi, tentu saja, hal itu menjadi eksekusi mereka ketika berada di lapangan, tempat mereka akan dinilai. Dalam kasus Milan, saya pikir Elliott tidak ada di sana untuk bertindak sebagai penyelesai masalah 'dana utang bermasalah' tetapi lebih sebagai investor yang ingin memaksimalkan aset dan brand klub.”

Elliot, didirikan pada 1976 oleh Singer, diperkirakan bernilai sekitar 35 miliar Dollar (27 miliar Euro) dan telah berinvestasi di berbagai perusahaan seperti Sky dan Costa Coffee di Inggris. Akan tetapi, Elliot sekarang cenderung berinvestasi pada perusahaan-perusahaan gagal sebelum menjual ke penawar yang lebih tinggi, Bloomberg mendeskripsikan Singer sebagai "investor paling ditakuti di dunia" karena pendekatannya yang kejam terhadap bisnis, termasuk menyita kapal milik angkatan laut Argentina pada tahun 2012 dalam upaya untuk menagih utang kepada pemerintah Argentina.

Namun, walaupun banyak yang mengkhawatirkan hal terburuk ketika Elliott mengambil alih Milan, tanda-tanda awal yang muncul adalah bentuk langkah jangka panjang mengenai usaha memulihkan Milan ke kejayaan seperti pada masa lalu. “Selama tiga atau empat tahun terakhir, Milan berada pada masa yang sangat tidak tenang,” kata Russo. “Saat ini tampaknya Elliot mempertimbangkan untuk tetap memimpin Milan setidaknya selama beberapa tahun. Kemudian kita akan melihat siapa yang tertarik membeli klub ini.”

Elliot belum menanggapi pertanyaan Observer (salah satu media asal Amerika) mengenai niat jangka panjang mereka, yang termasuk permintaan mengenai informasi lebih lanjut mengenai alasan Li gagal menyelesaikan masalah pinjamannya. Akan tetapi, meskipun kepala eksekutif Marco Fassone dan direktur olahraga Massimiliano Mirabelli dipecat dari perannya setelah pengambilalihan klub, Paolo Scaroni, mantan kepala Eni, perusahaan energi Italia, sekaligus rekan dekat Berlusconi, adalah presiden baru,yang juga berada di jajaran petinggi klub Milan musim lalu. 

Satu hal yang pasti adalah sentuhan buruk Li sudah menjadi masa lalu. Kabarnya, usahanya yang terlambat untuk menjual sahamnya kepada Rocoo Commisso, seorang milyuner TV kabel berdarah Italia-Amerika, dan keluarga Ricketts yang memiliki klub baseball Chicago Cubs, memaksa Li yang berusia 48 tahun mengakui kegagalannya ketika bunga pinjaman pada Elliot meningkat dari 11% ke 24%. “Saya melakukan kesalahan dan hanya menemukan kerugian besar selama masa jabatan saya,” tulisnya dalam surat terbuka untuk para pendukung Milan pada malam pengambilalihan klub oleh Elliot. “Elliot menunjukkan diri dari awal tidak sebagai rekan yang saya bayangkan, tetapi sebagai pihak kreditur yang sama sekali tidak tertarik pada manajemen klub yang kompleks di Milan, terlepas dari kendali mereka terhadap dewan tim." Ujar Li membela diri.

Itu adalah terakhir kalinya para pendukung Milan mendengar kabar tentang Li, sampai kemudian muncul lagi sepekan yang lalu. Tampil dengan T-shirt putih dan celana pendek berwarna biru, Li tampak rileks untuk seseorang yang mengaku kehilangan 500 juta Euro dalam setahun.

“Kami masih tidak tahu apa-apa tentangnya (Li Yonghong)”, kata Russo. “Pers Italia dan para supporter Milan tak pernah menyebutkan namanya. Ini seperti semua orang setuju untuk tak lagi menyinggung bahwa Milan pernah dimiliki olehnya. Dia adalah sejarah yang harus dilupakan secepatnya, dimana Elliot sekarang tampak sebagai sang penyelamat.”

Namun, benarkah demikian?

sumber : The Guardian
Share This :