Para Manajer EPL Seharusnya Melupakan Batas Mistis 40 Poin

Para Manajer EPL Seharusnya Melupakan Batas Mistis 40 Poin
Para Manajer EPL Seharusnya Melupakan Batas Mistis 40 Poin

Para suporter di Premier League pernah diberitahu bahwa mereka dapat bernapas lega ketika tim kesayangannya telah mencapai minimal 40 poin, batas poin yang pernah diucapkan oleh Sir Alex Ferguson sebagai batas mistis bagi para tim yang ingin selamat dari jurang degradasi. Namun kenyataannya, poin 36 saja sudah cukup untuk jaminan keselamatan di era yang sekarang.

Para manajer EPL juga sering bilang bahwa mereka tidak akan pernah bisa tidur nyenyak jika tim yang dibesutnya belum mencapai batas ajaib 40 poin. Mencapai batas aman ini terkadang bahkan menjadi ambisi tersendiri dari para survivalist klasik semacam Tony Pulis ataupun Sam Allardyce. Bahkan Claudio Ranieri tidak pernah lupa betapa pentingnya mengejar 'pencapaian' ini di musim luar biasa Leicester City merengkuh gelar juara EPL 2015/2016.

Pada awal Januari 2016, setelah laga The Foxes menghadapai Bournemouth yang akhirnya menempatkan Jamie Vardy dkk di posisi puncak klasemen, Ranieri lebih memilih untuk merayakannya sebagai keberhasilan mencapai batas aman 40 poin daripada merayakan kenyataan bahwa pasukannya telah berhasil mengumpulkan lebih banyak poin dari Arsenal. "Akhirnya 40 poin, ini luar biasa!" Ucap Ranieri girang kala itu.

Jika Ranieri begitu peduli dengan degradasi, maka dia seharusnya sudah merayakan keberhasilannya itu sejak beberapa pekan sebelumnya, karena faktanya dalam 15 tahun terakhir, rata-rata poin tim yang selamat dari degradasi adalah 36 poin, bukan 40 poin. Bahkan dalam beberapa tahun belakangan ini, mendapatkan 40 poin sudah cukup untuk menjamin sebuah tim berada di papan tengah tabel klasemen. Musim lalu, Swansea yang menjadi tim terdegradasi yang paling tinggi poinnya yakni 33 poin. Sementara itu Brighton yang mendapatkan 40 poin, finish di peringkat ke-15, cukup nyaman dan jauh dari zona merah.

Dalam 23 musim sejak Premier League mereduksi jumlah peserta menjadi 20 partisipan, hanya ada 3 tim yang meraih batas poin 40 namun masih terkena degradasi. West Ham menjadi tim terakhir yang terkena degradasi pada musim 2002/2003 meski berhasil meraih 42 poin. Itu sudah 16 tahun berlalu. Bolton dan Sunderland menjadi 2 tim lainnya yang terdegradasi di akhir era '90-an meski sudah menembus 40 poin.

Munculnya generasi Top six clubs di Premier League turut membantu batas 40 poin aman menjadi sebuah mitos belaka. Ketika tim-tim papan atas, dari musim ke musim, tampak menjadi semakin dominan, di satu sisi yang lain, untungnya, juga ikut mereduksi jumlah poin yang dibutuhkan untuk selamat dari degradasi. Antara musim 1992/1993 hingga musim 2006/2007, rata-rata selisih poin antara tim yang terdegradasi dengan tim peringkat ke-6 adalah 19 poin. Rata-rata selisih itu naik secara masih menjadi 26 poin dalam satu dekade terakhir.

Jadi ya, para manajer EPL saat ini seharusnya sudah tak perlu terlalu khawatir untuk mengejar batas aman 40 poin demi selamat dari jurang degradasi. Namun toh kendati demikian, tetap saja, batas mistis ini rasanya masih akan sulit untuk dihilangkan dari pikiran sampai banyak tahun ke depan.

sumber : The Guardian
Share This :