Meski Tanpa Gelar di 2018, Gareth Southgate Sukses Mempersatukan Inggris

Meski Tanpa Gelar di 2018, Gareth Southgate Sukses Mempersatukan Inggris
Meski Tanpa Gelar di 2018, Gareth Southgate Sukses Mempersatukan Inggris

Untuk menyebut tahun 2018 ini sebagai annus mirabilis alias Tahun Keajaiban bagi tim sepakbola Inggris rasanya hanya akan mengundang nyinyiran dari tim-tim besar lain seperti Jerman ataupun Brazil. Tetapi faktanya Gareth Southgate telah berhasil mengakhiri tahun dengan melampaui standar pencapaian yang diharapkan oleh bangsa Inggris itu sendiri. Mencapai Semifinal Piala Dunia, menang atas Spanyol di tanah Spanyol, hingga posisi teratas dalam grup Liga UEFA yang sulit adalah peningkatan luar biasa untuk seorang manajer yang dua tahun lalu hanya diwarisi dengan kekacauan.

Pencapaian tinggi lainnya dalam daftar prestasi Southgate adalah membuat para suporter Inggris mencintai tim mereka lagi. Masih segar dalam ingatan bagaimana euforia Inggris ketika berhasil mencapai babak semi final Piala Dunia di Moskow. Tak butuh waktu lama, gol Jesse Lingard dan Harry Kane yang menyegel kemenangan atas Kroasia telah memastikan Inggris mencapai The Final Four UEFA Nations League alias semifinal kedua mereka dalam 12 bulan terakhir.

Wembley bergemuruh, begitu apresiatif dan bersemangat ketika penonton yang dipenuhi oleh anak-anak menyaksikan tim yang semakin disukai itu sukses membalas dendam atas rival yang sama yang mengubur mimpi mereka di Piala Dunia empat bulan lalu. Musim panas Southgate adalah waktu yang nyata. Negara seakan-akan menginginkan dia untuk mengambil setiap pekerjaan, dari Perdana Menteri hingga Menteri Ekonomi. "Seragam itu menggantung berat," Fabio Cappello pernah mengatakan tentang jersey Inggris, dan Southgate menanggung beban itu, memulihkannya dari segala hinaan dan pandangan sinis orang tentang tim nasional Inggris.

"Tidak, saya tidak berpikir saya bisa membayangkan semua ini," kata Southgate merendah setelah pertandingan melawan Kroasia di Wembley. “Saya sangat bangga dengan semua pemain dan staf. Kami sudah tumbuh bersama. Kami telah meningkatkan setiap langkah. Hari ini adalah kesempatan besar lainnya, pengalaman besar. Banyak tekanan pada para pemain, banyak harapan, tetapi mereka bisa mengatasinya dengan sangat baik."

“Tetapi yang paling menyenangkan bagi saya adalah dukungan dari fans. Saya tidak pernah lagi mendengar Wembley seperti itu selama bertahun-tahun. Energi itu membantu kami melampaui garis pembatas.”

Dalam sebuah konferensi pers, Southgate berkata: “Ketika saya mengambil alih [pada bulan September 2016, setelah pemecatan Sam Allardyce], saya berpikir - bagaimana kami bisa melewati Malta dan Slovenia dan menempatkan tim di posisi yang nyaman untuk melanjutkan kualifikasi." Saat itu, mencapai Rusia tampak sebagai target yang sedikit terlalu muluk. Namun 2018 telah menjadi tahun yang menjanjikan perubahan. Southgate beralih ke sistim tiga bek sebelum Piala Dunia dan kembali ke empat pemain belakang untuk Liga Bangsa-Bangsa UEFA, mempromosikan bakat-bakat segar yang mengesankan seperti Joe Gomez dan Ben Chilwell, dimana keduanya tampil sangat baik saat melawan Kroasia.

Inggris sekarang berada di titik dalam siklus dimana Southgate dapat mengatakan bahwa para pemain muda sangat ingin menjadi bagian dari tim yang mulai mampu membaca sekaligus memecahkan masalah dalam permainan. Pertandingan melawan Kroasia adalah pertandingan ke-17 Inggris pada tahun 2018. Sejak tahun 1966, Inggris termasuk tim yang tidak bermain banyak dalam satu tahun kalender. “Kami sudah berkembang", kata Southgate. "Orang-orang dapat melihat style kami dan mulai percaya pada apa yang kami lakukan."

Kita melihat selama Piala Dunia kekuatan-kekuatan yang memersatukan Inggris, bakat, kepositifan dan hubungan yang kuat dengan para suporter mereka. Benar tidak ada trofi apapun yang mereka dapatkan di tahun 2018, tetapi Southgate telah memenangkan hati seluruh negeri. Tidak memenangkan trofi ternyata tidak selalu menjadi hal yang menyakitkan, sedih, ataupun mengecewakan. Ada sesuatu yang lebih baik tersembunyi di dalam sepak bola Inggris - dan Southgate telah menemukannya.

sumber : The Telegraph
Share This :