Manchester United, Jose Mourinho dan Masa Depan Old Trafford

Manchester United, Jose Mourinho dan Masa Depan Old Trafford

Jose Mourinho telah dipecat dari pekerjaannya di Manchester United. Sang Special One telah pergi dari teater impian. Sebagian pendukung Setan Merah bersuka cita karena Mourinho dianggap hanya membawa keburukan. Namun sebagian lainnya merasa keputusan pemecatan ini sungguh tak adil. Berikut adalah bincang-bincang dengan Gary Neville, seperti yang kami kutip dari laman SkySports.

"Hal pertama yang saya pikirkan ketika seseorang kehilangan pekerjaannya, adalah keadaan yang sangat menyedihkan, karena itu berarti sesuatu tidak berjalan dengan baik untuknya dan klub itu sendiri. Ketika Jose datang ke Manchester United dua setengah tahun yang lalu, itu adalah satu keputusan yang tak perlu dipikirkan lagi, dia adalah sosok yang tidak bisa gagal. MU jelas sangat membutuhkan sosok seperti Jose saat itu."

"Saya termasuk orang yang tidak bisa melihat bahwa Jose Mourinho telah gagal di MU karena faktanya dia memenangkan dua trofi dan mencapai final Piala FA. Tetapi benar bahwa dia tidak melakukan apa yang selalu dia lakukan, yaitu memenangkan Liga Premier atau bahkan mendekati untuk itu, dan itu menjadi masalah besar. Enam bulan terakhir masa kepelatihannya sungguh kacau. Klub tidak lagi bisa berlari (di papan klasemen), melainkan harus merangkak, dari menit ke menit, jam ke jam, dari pertandingan ke pertandingan lainnya. Dan selama dua bulan terakhir, tim menjadi sangat mengerikan untuk ditonton."

"Tidak ada keraguan bahwa dalam enam bulan terakhir Jose menunjukkan sikap yang tidak bahagia, saya pikir itu ada hubungannya dengan kurangnya perhatian dari dewan direksi, Jose kecewa karena tidak didukung dengan cara yang dia inginkan selama musim panas."

"Kita tahu seperti apa Jose - dia tidak bersembunyi dari konfrontasi dengan dewan direksi, dia tidak bersembunyi dari konfrontasi dengan direktur olahraganya. Jika dia tidak mendapatkan pemain yang dia inginkan, dia membuatnya menjadi 'ramai' dan pelik, yang secara historis, di tahun ketiganya, dia tampak selalu membuat masalah."

"Di sisi lain, Anda juga harus mendukung seorang manajer sepenuhnya atau menyingkirkan mereka, dan saya pikir United melakukannya dengan setengah hati. Mereka mendukung Jose di Bulan Januari lalu, tetapi di musim panas ketika Jose datang untuk minta dibelikan pemain yang dia inginkan, klub tidak menyetujuinya. Dan ketika Anda tidak setuju dengan visi manajer di klub sepak bola Anda, Anda sudah selesai dan manajer Anda pun selesai. Di klub manapun - tidak hanya di Manchester United - Anda tamat."

Ketika ditanya apakah Mourinho mungkin kehilangan kendali di ruang ganti, Neville menjawab dengan ragu. "Jujur saja saya bingung untuk hal ini. Ada beberapa game di mana saya berpikir bahwa para pemain telah pergi, dalam artian mereka sudah tak menghormati Jose lagi. Kemudian minggu depannya, Anda akan melihat mereka tiba-tiba mampu melakukan sedikit keajaiban, againts the odds, seperti comeback yang mereka lakukan saat melawan Newcastle, atau pergi ke Juventus dan memenangkan pertandingan, dan lalu saya akan kembali berpikir, dari mana datangnya itu?"

"Namun yang tampak cukup jelas adalah beberapa pemain yang terlihat tidak bahagia. Saya sendiri percaya bahwa Jose pun kehilangan kepercayaan dan keyakinan pada para pemainnya, mungkin dia berpikir bahwa mereka tak cukup baik, dan Anda harus ingat Jose selalu berada di tim papan atas selama 15 tahun terakhir. Saya pikir ada sesuatu di kedua sisi; para pemain yang kehilangan kepercayaan pada manajer, dan manajer yang telah kehilangan kepercayaan pada para pemain."


"Ada tiga manajer hebat yang gagal dalam lima tahun terakhir di Manchester United. Jose Mourinho menang di mana pun dia berada. Dia ibarat sebuah kepastian, orang yang pasti akan memenangkan gelar, dalam pikiranku juga. Saya tidak berpikir untuk satu menit pun bahwa Jose Mourinho akan meninggalkan Manchester United tanpa memenangkan gelar, jika dia didukung dengan cara yang benar. Namun kenyataannya adalah bahwa manajer akan selalu jatuh, menjadi kambing hitam, dan disalahkan."

"Manchester City mengalahkan United di atas lapangan, mereka juga mengalahkan United di luar lapangan. Liverpool kemudian juga melakukannya. Apakah saya terkejut? Tidak. Keadaan seperti ini sebenarnya sudah dapat diprediksi sejak beberapa minggu, bulan ... atau bahkan sebenarnya, sejak pramusim. Pada saat Anda melihat konfrontasi mengenai pemain, dewan, transfer, hal-hal tentang bek tengah, Anda tahu ini akan menjadi berantakan."

"Masalah tentang Paul Pogba adalah masalah lainnya lagi. Anda tahu Diego Forlan tidak begitu bagus di Manchester United tetapi dia sensasional ketika pergi ke klub yang berbeda. Itu jelas bukan refleksi tentang (kekompetenan) Sir Alex Ferguson; kadang-kadang memang beberapa hal tidak berjalan baik antara pemain, manajer dan klub. Juan Sebastian Veron adalah contoh lainnya, ia tidak cukup berhasil di United padahal kita tahu selegendaris apa namanya."

"Gagasan bahwa Paul Pogba yang tidak dapat bermain dengan baik adalah kesalahan Jose Mourinho, saya rasa itu adalah gagasan yang kurang tepat. Jose mungkin salah, tapi Pogba juga turut berperan dalam kesalahan itu. Seorang pemain hebat (seharusnya) dapat beradaptasi dalam segala situasi. Saya menonton Bryan Robson di era tahun 80-an, Norman Whiteside, Mark Hughes, mereka adalah prajurit, mereka hebat dalam segala hal ketika United tidak memenangkan liga atau dalam posisi yang tak bagus di klasemen, dalam situasi seperti itu, baru benar jika manajer yang dipecat."

"Enam bulan ke depan ini akan menjadi periode kritis bagi United untuk melakukan restrukturisasi. Saya tidak percaya (dan berharap saya benar) bahwa dewan dan pemilik akan terus mengoperasikan klub dengan cara yang sama yang mereka lakukan dalam enam atau tujuh tahun terakhir. Mereka membutuhkan sosok pemimpin terbaik di klub, sosok-sosok yang telah berhasil melakukannya dengan klub terbaik di dunia."


Ketika ditanya apakah ia, Gary Neville sendiri, suatu saat dapat menjadi manajer MU, ia menjawab tegas, "Absolutely not. Saya sudah bilang sebelumnya, tim ini membutuhkan yang terbaik, yang telah melakukan hal-hal luar biasa di klub sepakbola terbaik di dunia, tapi kali ini, harus dilakukan dengan benar. Atur ulang dengan benar, dijalankan dengan benar, dengan pelatih yang memenuhi standar di Old Trafford."

Share This :