Apakah Bulan Madu Arsenal dan Emery Telah Berakhir?

Apakah Bulan Madu Arsenal dan Emery Telah Berakhir?
Apakah Bulan Madu Arsenal dan Emery Telah Berakhir?

"Arsenal kita sudah kembali!"

Sedikit aneh dan sekaligus lucu bagaimana kita tidak terlalu banyak mendengar lagi teriakan-teriakan seperti itu akhir-akhir ini. Teriakan-teriakan yang bergema di sekitar Emirates di minggu-minggu awal musim ini. Setelah energi ekstra dan semangat yang tampak begitu membara pada masa-masa itu, jenis realitas yang berbeda tiba-tiba saja datang.

Memang masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa rezim manajer baru Unai Emery di Arsenal telah kehabisan tenaga. Tapi sejak 22 pertandingan beruntun tak terkalahkan itu berakhir, Arsenal telah kalah empat dari delapan game terakhir mereka di semua kompetisi.

Performa pertahanan Arsenal akhir-akhir ini, berani kami katakan, telah mengingatkan kita semua pada jenis pertunjukan yang membawa begitu banyak cemoohan untuk Arsene Wenger. Kekalahan 5-1 di Liverpool adalah pengingat yang menyakitkan tentang seberapa jauh tim Emery berada di belakang para penantang gelar yang sesungguhnya.

Agar adil, faktor cedera sebenarnya juga cukup banyak memengaruhi performa The Gunners. Full-back utama tim, Hector Bellerin dan Nacho Monreal, absen dalam waktu cukup lama, sementara Laurent Koscielny sedang dalam masa pemulihan performa setelah cedera Achilles jangka panjang. Dan, mari kita jujur saja, kiper Bernd Leno sama sekali tidak menginspirasi dan memberikan rasa aman di bawah mistar,  terutama ketika dia kadang terlihat begitu amatir saat menghadapi umpan silang.

Di lini tengah, Lucas Torreira jelas adalah salah satu pemain terbaik Arsenal musim ini, tetapi dia belum menghasilkan dinamika yang sama akhir-akhir ini.

Tentu saja, pemain-pemain seperti Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette masih akan selalu dapat diharapkan untuk dapat mencetak gol. Tetapi kesan keseluruhan Arsenal adalah tim yang cenderung mencetak gol dan kebobolan. Dengan kata lain, Arsenal selalu memberi tim oposisi kesempatan untuk dapat mencetak gol juga.

Musim ini, salah satu target Arsenal adalah dapat masuk empat besar tanpa pengeluaran besar. Dengan Emery yang mengatakan minggu lalu bahwa klub hanya dapat membayar pemain pinjaman, kecil kemungkinan klub akan mengeluarkan uang tunai di jendela transfer Januari. Tapi faktanya Arsenal perlu menemukan Virgil Van Dijk versi mereka sendiri, atau bahkan versi lain dari duo bek kokoh Brighton, Lewis Dunk dan Shane Duffy.

Lalu ada juga pertanyaan tentang Mesut Ozil. Emery telah menyatakan tidak takut untuk men-drop mantan pemain tim nasional Jerman yang penuh teka-teki tersebut, yang penuh enigma tersebut, yang bahkan tidak ada di bangku cadangan saat melawat ke West Ham meskipun telah lolos tes kebugaran. Apakah The Gunners sudah sebegitu bagusnya sehingga mereka berani 'menyingkirkan' sang kreator sejati seperti Ozil? Tidak, rasanya mereka belum sebagus itu.

Keputusan untuk membiarkan Aaron Ramsey pergi, mungkin ke Juventus, juga membuat beberapa fans kesal.

Sudah terpaut enam poin dari 4 besar di pekan ke-22, Anda mungkin akan bertanya-tanya apakah Piala FA dan Europa League akan segera menjadi prioritas yang lebih tinggi bagi Emery, seorang kolektor silverware terkemuka di Sevilla dan juga Paris St Germain, ketimbang mencoba naik ke klasemen Liga Premier yang makin tampak sulit. Saat ini, Emery mungkin sedang menghabiskan malam-malamnya tanpa banyak tidur dengan menganalisa pertandingan lewat kaset-kaset rekaman pertandingan. Dia mungkin tidak sedang di bawah tekanan (akan pemecatan), tetapi yang pasti, masa bulan madu itu telah berakhir.

sumber : ESPN
Share This :