Barcelona dan Masa Depan La Masia

Barcelona dan Masa Depan La Masia
Barcelona dan Masa Depan La Masia


       Satu dekade lalu, banyak orang memuji La Masia sebagai akademi sepakbola terbaik dan tersukses. Anggapan ini muncul karena banyaknya pemain inti FC Barcelona yang  lahir dari La Masia dan membawa klub meraih prestasi tinggi. Musim 2008/2009, skuad inti Barcelona dihiasi nama-nama gemilang seperti Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Gerard Pique, Carles Puyol, Victor Valdes, Pedro Rodriguez, Sergio Busquets, serta tentu saja Lionel Messi yang seluruhnya merupakan lulusan akademi La Masia. Banyak penikmat sepakbola percaya bahwa raihan sextuple Barcelona adalah efek dari keberadaan para pemain lulusan La Masia ini. Pep Guardiola juga menjadi aktor utama keberadaan para pemain La Masia. Sebelum menggantikan Frank Rijkaard pada awal musim 2008/2009, di musim sebelumnya Pep Guardiola adalah pelatih tim Barcelona B. Hal inilah yang membuat ia sangat peka dengan kehadiran bakat-bakat dari La Masia.

       Tahun berganti dan Pep Guardiola sudah tak melatih Barcelona lagi. Jika diamati, banyak bakat-bakat istimewa yang akhirnya memilih pergi karena tidak adanya kepastian menghuni tim utama di skuad FC Barcelona. Salah satu yang mengikuti kepergian Guardiola selanjutnya adalah Thiago Alcantara, pemain yang sempat digadang-gadang menjadi penerus Xavi Hernandez, namun memilih bergabung dengan Bayern Muenchen karena kepastian untuk berada di tim utama bersama Guardiola. Pemain-pemain yang sempat disebut-sebut sebagai wonderkids dari La Masia seperti Bojan Krkic, Isaac Cuenca, Christian Tello,  Gerard Deulofeu, Martin Montoya, dan Marc Bartra memilih berpetualang ke berbagai klub demi kesempatan bermain yang lebih banyak.

       La Masia mulai terlihat semakin ‘tak terpakai’ ketika Gerardo Martino mulai melatih pada musim 2013-2014, dan diteruskan oleh pelatih-pelatih selanjutnya, bahkan oleh Luis Enrique. Barcelona memang tetap dihiasi nama-nama besar, namun mereka adalah hasil belanja klub di bursa transfer setiap musimnya. Keberadaan Luis Suarez, Ivan Rakitic, Marc Andre ter Stegen, Ousmane Dembele, Filipe Coutinho dan beberapa pemain lainnya adalah hasil belanja klub yang menghabiskan dana sangat besar. Bahkan Barcelona juga sempat menghabiskan dana yang tidak bisa dibilang sedikit ketika berusaha mengembalikan Gerard Pique, Cesc Fabregas, serta Jordi Alba ke Camp Nou. Yang terbaru adalah Denis Suarez yang pergi ke Arsenal pada jendela transfer musim dingin yang telah ditutup dengan status sebagai pemain pinjaman. Keberadaan Arthur Melo yang langsung mendapat tempat di tim inti menggantikan Iniesta, serta hadirnya Arturo Vidal yang terlihat lebih baik daripada Paulinho tentu ikut menjadi sebab Denis Suarez akhirnya harus mengembara.

       Satu-satunya pemain yang sempat juga dianggap wonderkid dan tetap bersabar untuk bertahan menanti kesempatan bermain di tim inti yang tersisa sekarang (setelah Pep pergi) hanyalah Sergi Roberto.  Ia belum pernah mengalami transfer permanen ke klub lain seperti yang dialami Jordi Alba, dan belum pernah pula dipinjamkan ke klub lain seperti Rafinha. Ia yang dulu pernah diprediksi akan menggantikan posisi Andres Iniesta, memang sekarang tidak bermain pada posisi naturalnya. Namun, dalam beberapa musim terakhir, sangat sulit bagi Barcelona untuk menunjuk pemain lain menggantikan Sergi Roberto yang bermain di posisi LB. Sergi Roberto pun masih dipercaya untuk berada di posisi CM pada beberapa pertandingan lain dan tetap tampil bagus. Hal-hal ini diraihnya setelah cukup lama bersabar tampil sebagai pemain penghangat bangku cadangan.

       Setelah Luis Enrique tidak lagi menjabat sebagai pelatih Barcelona, talenta-talenta yang berasal dari La Masia semakin tidak mendapat jaminan untuk mengisi skuad utama dalam klub. Alen Halilovic, Sergi Samper, dan Munir El Haddadi adalah contoh-contoh pemain yang pergi ke berbagai klub untuk merasakan bermain lebih sering. Terlepas dari status mereka sebagai pemain pinjaman atau transfer permanen, fakta bahwa mereka tidak menjadi pilihan utama pelatih adalah yang bisa jadi semakin meredupkan nama La Masia. Pemain dari Barcelona B yang terlihat sekali-sekali mengisi skuad Barcelona A adalah Carles Alena dan Juan Miranda.

       Barcelona bahkan bergerak cepat dengan mendapatkan tanda tangan Frenkie De Jong dari Ajax yang direkrut untuk bergabung dengan tim inti pada musim panas nanti. Aktifnya Barcelona di bursa transfer untuk mendatangkan pemain-pemain top menjadi peringatan bagi para pemain muda di akademi Barcelona yang sebenarnya memiliki misi menjadi pemain utama klub. Tujuan ini menjadi semakin sulit tercapai meskipun pemain-pemain seperti Lionel Messi, Gerard Pique, dan Sergio Busquets akan segera memasuki usia pasca produktif mereka. Para alumni La Masia tidak lagi menjadi pertimbangan utama pelatih untuk menggantikan pemain-pemain tersebut. Pelatih dan manajemen klub terlihat tidak ingin berjudi dan memilih mendapatkan pemain yang sudah sudah memiliki nama besar dan seakan sudah pasti cocok bermain bersama tim utama, tanpa merasa terbebani dengan jumlah dana yang dikeluarkan dan bakat-bakat La Masia yang terbuang. Dekandensi La Masia yang seperti tidak lagi terlihat mencetak bintang-bintang sepakbola berbakat sepertinya hanya akan tampak berakhir ketika pelatih macam Pep Guardiola mengambil alih kembali posisi kursi pelatih di Barcelona. Sayangnya, hal ini dipastikan tidak terjadi dalam waktu dekat karena Ernesto Valverde masih akan bertahan sebagai pelatih kepala di tim utama Barcelona. Menunggu La Masia ‘hidup’ kembali sama dengan menunggu Pep Guardiola kembali atau mantan pemain Barcelona seperti Carles Puyol dan Xavi Hernandez dipercayai menjadi pelatih Barcelona, yang belum diketahui waktu terjadinya.
Share This :