Angka-angka Gila Dalam Perburuan Gelar - Rekap Pekan 34 EPL 2018/2019

Angka-angka Gila Dalam Perburuan Gelar - Rekap Pekan 34 EPL 2018/2019
Angka-angka Gila Dalam Perburuan Gelar - Rekap Pekan 34 EPL 2018/2019

Liverpool dan Manchester City terus saja memukau dalam perburuan gelar Liga Premier musim ini dengan terus memetik kemenangan sekaligus menciptakan lebih banyak sejarah. Kami juga melihat duo Bournemouth yang produktif, mengidentifikasi remaja mana yang telah mengoyak-koyak Liga Premier dan mengajukan pertanyaan: Apakah Tottenham Hotspur tim yang lebih baik tanpa Harry Kane?

Tapi pertama-tama... mari kita lihat ini.

Angka-angka gila yang terlibat dalam perburuan gelar

Manchester City mencetak statistik gila dalam perburuan gelar Liga Premier pada hari Minggu ketika dua gol Raheem Sterling membantu mereka menyingkirkan Crystal Palace di Selhurst Park. Gol kedua penyerang asal Inggris sore itu adalah gol ke-150 City musim ini di semua kompetisi - mereka menjadi tim papan atas kedua dalam sejarah yang mencapai batas itu. Siapa yang pertama? Ternyata City juga yang melakukannya di musim 2013-14 (156 gol). 😊

Namun, Liverpool membalas pada sore harinya untuk kembali ke puncak liga dengan kemenangan yang bagus atas Chelsea di Anfield berkat gol-gol dari Sadio Mane dan Mohamed Salah.

Kemenangan itu adalah kemenangan ke-26 The Reds di liga musim ini, menyamai rekor mereka dari musim 2013-14 yang berakhir buruk. Mereka terakhir memenangkan lebih banyak pertandingan di satu musim kompetisi terjadi di musim 1978-79 dengan 30 kemenangan yang berakhir dengan gelar juara - sebuah penghitungan bahwa, dengan empat pertandingan tersisa, mereka masih bisa menyamai pencapaian luar biasa itu.

Akan menjadi hal yang lebih luar biasa lagi jika The Reds bisa memenangkan empat pertandingan terakhir mereka, menyelesaikan musim dengan 97 poin dengan hanya 1 kali kalah, tapi tetap belum menjamin bahwa mereka akan dapat memenangkan gelar. Kuncinya akan ada di Man City, yang menyimpan satu pertandingan sisa, apakah akan tersandung atau tidak.

Rekor poin tertinggi tim yang gagal memenangkan liga, saat ini adalah 89 poin - yang dikumpulkan oleh Manchester United pada musim 2011-12. Juergen Klopp dan timnya akan berharap mereka tidak akan menjadi pemecah rekor yang tidak bahagia tersebut. Tetapi, hampir dapat dipastikan, rekor itu akan pecah, entah oleh City atau Liverpool.

"10 hari ke depan akan menjadi kritis karena alasannya adalah jadwal City yang lebih keras yang mencakup pertandingan melawan Tottenham dan Manchester United. Jika Manchester City mampu memenangkan kedua pertandingan itu, mereka akan menjadi favorit terlepas dari apakah Liverpool menang di Cardiff City pada akhir pekan atau tidak."

Apakah Spurs tim yang lebih baik tanpa Kane?

Angka-angka Gila Dalam Perburuan Gelar - Rekap Pekan 34 EPL 2018/2019
Mungkin terdengar menggelikan untuk menyarankan Tottenham adalah tim yang lebih baik tanpa Kane, tetapi juga bukan hal yang tidak mungkin. Pasukan Mauricio Pochettino tanpa Kane pada Sabtu lalu, tetapi mereka berhasil menunjukkan bahwa mereka dapat bermain dengan baik meski tanpa Kane dengan membukukan kemenangan besar 4-0 atas Huddersfield di stadion baru mereka yang berkilau.

Itu adalah pertandingan liga kelima yang dilewatkan Kane musim ini dan Spurs telah memenangkan semuanya. Dengan Kane berada dalam tim, persentase kemenangan Spurs di liga hanya 60,7%. Selain itu, meskipun faktanya ia telah mencetak 17 gol dalam 28 penampilan liga di 2018-19, Sejatinya Kane dan Spurs hanya membukukan rata-rata 1,9 gol per pertandingan, sedangkan ketika dia absen, angka tersebut melompat ke 2,4.

Uniknya, keberadaan Kane juga berpengaruh pada sisi pertahanan. Ketika Kane bermain, Tottenham kebobolan rata-rata 1,1 gol per pertandingan, dan ketika ia absen, angka itu hanya 0,6. Jadi dengan pertandingan-pertandingan penting yang muncul dalam perebutan empat besar, apakah Pochettino dan Spurs lebih baik tanpa Kane?

Mungkin - tetapi bintang Inggris ini masih menjadi pencetak gol terbanyak mereka di liga, dan golnya telah memberi timnya tujuh poin - tidak ada rekan satu timnya yang bisa lebih baik, atau bahkan menyamai itu.

Duo Bournemouth yang Mematikan

Callum Wilson dan Ryan Fraser mungkin adalah duet paling populer bagi para pemain liga fantasi FPL musim ini berkat gol dan asis yang sering mereka bukukan. Duet ini kembali bersinar pada hari Sabtu ketika Wilson men-set up gol kedua tim yang diselesaikan oleh Fraser sebelum The Little Scotland membalas budi dengan memberi asis kepada Wilson untuk mencetak gol keempat mereka ketika The Cherries menghancurkan tuan rumah Brighton.Duet ini telah menghasilkan 11 gol Liga Premier, kombinasi paling banyak yang dilakukan oleh dua pemain dalam satu musim kompetisi sejak Alan Shearer dan Mike Newell pada 1995-96 (juga 11 gol).

Angka-angka Gila Dalam Perburuan Gelar - Rekap Pekan 34 EPL 2018/2019

Tidak mengherankan, mereka jauh dari duo Liga Premier lainnya musim ini, meskipun penyerang Manchester City, Raheem Sterling, mampu menghasilkan masing-masing tujuh gol saat berduet dengan Sergio Aguero ataupun Leroy Sane. Duo lainnya yang tak kalah bagus, Diogo Jota dan Raul Jimenez dari Wolves juga menghasilkan 7 gol diantara kolaborasi mereka berdua.

Dalam 4 laga tersisa, menarik ditunggu apakah Wilson dan Fraser mampu untuk memecahkan, atau setidaknya menyamai rekor gol dari duo legendaris EPL, duo SAS - Alan Shearer dan Chris Sutton - yang kolaborasi keduanya menghasilkan 13 gol pada musim 1994-95, musim dimana duo ini mampu membawa Blackburn Rovers meraih gelar juara.


Tentang McNeil dan Sessegnon

"Saya sudah mengatakannya selama berminggu-minggu sekarang - dia fantastis. Dia benar-benar berbakat," kata bos Burnley, Sean Dyche, tentang Dwight McNeil, menyusul kemenangan penting timnya atas Cardiff pada Sabtu.

Dan ternyata angka statistik mendukung pernyataan Dyche tersebut.

McNeil menjadi remaja (19 tahun) yang terlibat dalam lebih banyak gol di Liga Premier musim ini dengan 8 gol, tiga gol dan lima assists). Remaja lainnya yang juga terlibat dalam delapan gol, adalah pemain Fulham, Ryan Sessegnon (18 tahun). Bedanya, Sessegnon akhirnya gagal membawa timnya menghindari degradasi.

Angka-angka itu terlihat lebih baik ketika Anda mempertimbangkan Cristiano Ronaldo yang berusia 18 tahun saat menyelesaikan musim 2003-04, musim pertamanya di sepakbola Inggris, dengan delapan keterlibatan gol yang sama. Jika McNeil atau Sessegnon dapat melanjutkan untuk mencapai apa pun yang dekat dengan itu, mereka (seharusnya) akan memiliki karir yang cukup baik.


sumber : BBC Sports
Share This :