Keluarnya Ander Herrera Mencerminkan Prioritas MU yang Terdistorsi

Keluarnya Ander Herrera Mencerminkan Prioritas MU yang Terdistorsi
Keluarnya Ander Herrera Mencerminkan Prioritas MU yang Terdistorsi

Status Manchester United sebagai klub sepakbola terbesar di Inggris makin hari semakin diragukan di bawah kendali keluarga Glazer yang menjadikan pertimbangan komersial sebagai prioritas.

Keputusan Ander Herrera untuk meninggalkan Manchester United sebenarnya tidak mengejutkan bagi para fans, namun cara dia mengumumkan kepergiannya membuat banyak orang marah. Dalam sebuah video perpisahan yang manis dan emosional, gelandang asal Spanyol itu menuturkan dengan lembut bahwa tidak diragukan lagi Manchester United akan selalu memiliki tempat spesial di hatinya. Herrera akan bergabung dengan Paris Saint-Germain dengan status bebas transfer musim panas ini setelah dilaporkan menyetujui kontrak tiga tahun senilai £ 25 juta.

“Saya merasa istimewa ketika mendengar nama saya dinyanyikan,” kata Herrera, meletakkan montase highlight pribadinya yang dibuat dengan penuh kasih, sambil mengenang tembakannya yang mengesankan dari jarak 20 yard yang mengalahkan kiper Yeovil, Jed Steer, di Huish Park di Piala FA pada sore yang dingin di Januari tahun 2015. “Saya merasa bangga ketika para fans memutuskan saya adalah bagian dari sejarah yang luar biasa ini. Setiap kali saya mewakili klub ini, dalam setiap pertandingan, dalam kemenangan maupun kekalahan, bahkan ketika saya tidak bisa membantu di atas lapangan, saya mengerti apa arti dan kebesaran klub ini. "

Pernyataan Herrera pada poin terakhir itu rupanya menimbulkan berbagai macam reaksi diantara para fans Setan Merah. Mereka semakin tidak yakin apa sebenarnya klub yang mereka cintai itu kini memiliki arti yang spesial.

Pada akhir pekan di mana Liverpool, Tottenham, Arsenal dan Chelsea lolos ke putaran final Eropa, tidak sulit untuk melihat bagaimana fans MU mengerti keputusan Herrera untuk meninggalkan mereka demi padang rumput yang baru. Beberapa fans menuduh Herrera munafik karena berbicara seolah ia mencintai klub namun di saat bersamaan mengantri gaji besar di tempat lain, sebagian besar fans yang lain tampak lebih jengkel dengan kenyataan bahwa pemain 29 tahun itu telah mengucapkan "adios" ketimbang beberapa pemain lain yang lebih mereka harapkan untuk pergi seperti Chris Smalling, Phil Jones atau Ashley Young.

Sementara United tetap menjadi merek global besar dengan lebih banyak mitra korporat daripada yang bisa Anda lakukan, di atas lapangan, di mana sebenarnya itu adalah hal yang paling penting, MU ditinggalkan oleh para pesaing mereka di Liga Premier. Menyusul periode bulan madu singkat yang menyarankan Ole Gunnar Solskjaer adalah orang yang sempurna untuk berada di belakang kemudi setelah pemecatan José Mourinho, hasil-hasil menjelang berakhirnya musim kompetisi telah memicu keraguan bahwa mantan pemain tim nasional Norwegia itu mungkin telah menggigit lebih banyak daripada yang bisa ia kunyah. Mungkinkah perpisahan yang akan menyobek air mata Solksjaer sudah dalam tahap pra-produksi?

Sulit untuk tidak bersimpati kepada seorang manajer muda yang relatif tidak berpengalaman yang diminta untuk melakukan perombakan epik dengan satu tangan terikat di belakang punggungnya oleh hierarki klub, dengan strategi perekrutan pemainnya yang seperti itu, yang jelas tidak cocok dan tidak berada di level yang sama bila dibandingkan dengan yang ada di Manchester City atau Liverpool.

Pada awal musim 20018/2019, pemilik klub, keluarga Glazer, dan wakil presiden eksekutif Ed Woodward, menyadari bahwa pemain-pemain seperti Herrera, Young, Jones, Smalling, De Gea dan Juan Mata, semuanya memasuki setahun dua tahun terakhir dari kontrak mereka, tetapi Glazer tampaknya lebih terobsesi dengan jangkauan media sosial dan kemitraan perusahaan di berbagai bidang di seluruh dunia daripada mencurahkan tenaga untuk mengikat para pemain ini. Herrera melihat gelagat keengganan mereka untuk mempertahankannya, sehingga tidak mengherankan bila ia merasa tidak dihargai dan memilih untuk pergi.

Video perpisahan Herrera sejatinya bukanlah video pertama yang diproduksi Old Trafford sebagai bahan propaganda untuk menghasilkan minat publik. Pada bulan Februari 2018, Woodward dengan bangga memproduksi video menggelikan yang mengumumkan kedatangan Alexis Sánchez, membuatnya menjadi postingan terbesar MU di Instagram dengan lebih dari dua juta likes dan komentar, postingan MU di Facebook terbanyak yang pernah dibagikan, postingan MU paling banyak di-retweet yang pernah ada dan tagar #Alexis7 adalah trending topic nomor satu di Twitter di seluruh dunia, hanya untuk kemudian menjadikan Sanchez playmaker paling tidak produktif, kalau tidak mau disebut tidak berguna, di Premier League.

Tetapi sementara Sánchez tetap berada dalam daftar gaji, pengingat yang bodoh dan mahal tentang kebodohan kebijakan perekrutan United yang semakin tidak memadai, Herrera telah memainkan pertandingan terakhirnya dan membebaskan pasak ruang ganti. "Saya akan mengingat masing-masing dari hampir 200 pertandingan yang telah saya mainkan dengan jersey ini, karena bermain untuk klub terhebat di Inggris telah menjadi kehormatan sejati," katanya, dalam sebuah salam perpisahan yang, sampai tulisan ini diposting, telah dilihat lebih dari lima juta kali.

Sementara status Manchester United sebagai klub terhebat di Inggris semakin dipertanyakan di bawah kendali pemiliknya saat ini, orang juga mulai mencurigai bahwa angka-angka besar di sosial media itu akan membuat mereka sangat, sangat senang. Dan jika keadaan semacam ini terus berlanjut, jangan banyak berharap MU dapat bersaing untuk puncak klasemen dalam beberapa tahun ke depan.

sumber : The Guardian
Share This :