Apakah Absennya Para Penyerang The Reds di Pra Musim Akan Mengacaukan Persiapan Mereka?

Apakah Absennya Para Penyerang The Reds di Pra Musim Akan Mengacaukan Persiapan Mereka?
Apakah Absennya Para Penyerang The Reds di Pra Musim Akan Mengacaukan Persiapan Mereka?

Liverpool dan Manchester City mencatatkan dua dari tiga poin tertinggi dalam sejarah Liga Premier musim lalu, dengan barisan pemain penyerang memberikan sumbangsih yang krusial kepada kesuksesan keduanya.

City mencetak rekor 169 gol di semua kompetisi, dengan tujuh pemain mencapai double digit gol. The Reds juga berada di level kekuatan yang sama, tetapi yang membedakan adalah hanya tiga pemain dari skuad mereka yang mencetak lebih dari tujuh gol.

Musim 2019/2020 hanya tinggal beberapa hari lagi - Liverpool dan Man City akan bertemu di Community Shield di Wembley pada 4 Agustus 2019 - dan Liga Premier lagi-lagi diperkirakan masih akan didominasi oleh dua tim teratas musim lalu itu nantinya.

Tetapi sementara City memiliki kedalaman skuad terutama untuk barisan penyerangnya, Liverpool musim lalu sangat bergantung pada trio Mohamed Salah, Sadio Mane dan Roberto Firmino - yang kebetulan semuanya absen dari tur pra-musim mereka di Amerika Serikat karena masing-masing harus membela negaranya di laga internasional musim panas ini. .

Apakah kurangnya waktu istirahat dan persiapan membuat The Reds tidak beruntung musim ini? Dan apakah mereka memerlukan rencana B?

Liburan musim panas? Lupakan saja!

Manajer Liverpool Jurgen Klopp telah menegaskan bahwa dia harus memperkirakan dengan tepat kembalinya tiga pemain depannya melalui minggu-minggu krusial di pembukaan musim - tentu saja, mengingat bahwa The Reds hanya kalah sekali pada musim 2018/2019 tapi ternyata masih belum berhasil memenangkan gelar liga.

Musim Mane baru selesai pada hari Jumat, 19 Juli 2019, ketika Senegal kalah 1-0 dari Aljazair di final Piala Afrika. Itu hanya 16 hari sebelum Community Shield, sementara sang juara Eropa kemudian memiliki tiga pertandingan dalam sembilan hari - termasuk pertandingan pembukaan Liga Premier melawan Norwich dan final Piala Super UEFA melawan pemenang Liga Eropa, Chelsea - yang semuanya hampir pasti akan dilewatkan Mane.

Mo Salah sendiri juga terlibat dalam Afcon dengan Mesir, sementara Firmino membantu Brasil memenangkan Copa America.

City, yang akan mengincar gelar liga ketiga berturut-turut, beberapa figur penting mereka juga absen dari tur pra-musim di Timur Jauh. Gabriel Jesus bersama Firmino membela Brasil, Sergio Aguero juga terlibat dalam Copa America dan Riyad Mahrez bertugas di Afcon dengan Aljazair - tetapi berkat kedalaman skuad mereka berarti masih ada nama-nama besar seperti Raheem Sterling, Bernardo Silva dan Leroy Sane. Sepintas, City memiliki kartu truf yang membuat mereka lebih unggul dari saingan terberatnya.

"Aku tidak ingin terdengar seperti erangan atau keluhan, tetapi musim Mane sudah 13 bulan," kata Klopp.

"Pernahkah Anda mendengar tentang satu tahun dengan 13 bulan di dalamnya? Kita perlu melihat bagaimana kita menghadapinya. Orang-orang Brasil menyelesaikan musim dengan antusiasme sangat tinggi dengan memenangkan piala. Bagi Mo itu sedikit berbeda, tapi saya selalu kontak dengannya dan ketiga pemain saya itu baik-baik saja.

"Kami memiliki jadwal penting yang akan datang dan kami tahu cukup banyak pemain mana yang tersedia. Mudah-mudahan kami bisa melewati periode ini tanpa cedera dan mari kita persiapkan grup yang kami miliki untuk beberapa pertandingan pertama. Kemudian Sadio juga harus masuk dan cukup segar untuk bertanding lagi."

Apakah Liverpool lebih bergantung pada penyerang mereka daripada Man City? Singkatnya, ya.

Konsekuensi yang tak terelakkan dari memiliki salah satu trio penyerang paling mematikan di sepak bola dunia adalah Anda ingin memainkannya kapan saja memungkinkan.

Sementara manajer City Pep Guardiola memiliki kemewahan untuk memutar lini depan pilihan pertamanya yaitu Sterling, Aguero dan Bernardo Silva musim lalu - membawa pemain seperti Mahrez, Sane, Jesus dan Phil Foden - Klopp hanya bermain-main dengan lini depan ketika ia benar-benar harus.

Apakah Absennya Para Penyerang The Reds di Pra Musim Akan Mengacaukan Persiapan Mereka?

The Reds sangat bergantung pada Salah, Mane dan Firmino, dengan ketiganya menyumbang 63% dari gol Liga Premier mereka. Persentase untuk tiga pemain depan pilihan pertama City jauh lebih rendah, yaitu di angka 47%. Dan pasti ada kekhawatiran bahwa beban kerja yang berat musim lalu, ditambah pertandingan musim panas mereka, berarti pemain-pemain kunci Liverpool bisa berisiko kehabisan tenaga musim ini.

Mane, misalnya, menghabiskan 4.306 menit bersama Liverpool musim lalu. Hanya 18 pemain di lima liga teratas Eropa yang bermain lebih banyak di semua kompetisi - Mo Salah adalah satu dari mereka (4.337). Mane kemudian juga memainkan 944 menit sepakbola internasional lebih banyak dalam 10 pertandingan sejak Agustus 2018.

Mane dan Salah bermain lebih banyak dari penyerang City musim lalu, meskipun tim Guardiola masih terlibat dalam empat kompetisi hingga 18 April, sebelum akhirnya mereka tersingkir dari Liga Champions oleh Tottenham.

Penyerang tersibuk di City adalah Sterling, yang mencatat waktu 4.096 menit, tetapi permainan terbanyak yang dimainkannya berturut-turut 'hanyalah' 10 pertandingan - sangat kontras dengan penampilan Salah, yang mencatat 50 penampilan berurutan. City juga memiliki enam pemain depan yang bermain lebih dari 2.000 menit. Liverpool hanya punya tiga, yang jauh melebihi angka 3.000.


Firmino mungkin bermain hampir 1.000 menit lebih sedikit diantara trio ini, tetapi dia masih lebih aktif daripada striker utama City, Aguero. Pemain asal Brasil itu menambahkan 500 menit lagi sepak bola internasional di Copa America musim panas ini juga.

Sejak Agustus 2017, Salah telah bermain 8.457 menit untuk The Reds - menempatkannya di peringkat kesembilan di lima liga teratas Eropa untuk menit yang dimainkan dalam periode itu. Firmino terlibat dalam 34 pertandingan, termasuk 31 sejak awal musim, sementara striker cadangan Divock Origi hanya bermain selama 673 menit di semua kompetisi.

Tiga pemain depan Liverpool bermain 12.047 menit di antara mereka. Satu-satunya pertandingan di mana setidaknya dua dari tiga pemain ini tidak tampil bersama adalah saat melawan Barcelona di leg kedua semifinal Liga Champions musim lalu.

Jadi apa rencana B Liverpool?

Dengan Salah, Mane, dan Firmino tidak ada dalam perjalanan ke Amerika Serikat, kekalahan 3-2 dari Borussia Dortmund pada hari Jumat adalah kesempatan untuk melihat opsi cadangan Klopp. Atau mungkin cadangan untuk opsi cadangan, mengingat Xherdan Shaqiri absen karena cedera betis dan Adam Lallana harus menepi juga dengan kaki kram.

Harry Wilson, yang mencetak 18 gol dengan status pinjaman di Derby County musim lalu, memulai laga melawan Dortmund bersama dengan Ryan Kent, yang tampil mengesankan di Glasgow Rangers pada 2018/2019. Pahlawan Liga Champions, Origi, bermain di posisi tengah diantara trio ini.

Wilson, boleh dibilang adalah opsi terbaik Klopp untuk mengisi kekosongan para pemain bintang - dia mampu membangun chemistry yang baik dengan Alex Oxlade-Chamberlain dalam sebuah serangan balik yang membuat tembakan Kent ke tiang jauh masih dapat ditepis oleh kiper Dortmund, Marwin Hitz.

Bola lob Wilson kemudian juga masih mampu diselamatkan sang penjaga gawang. Umpan Fabinho, yang dilewatkan dengan konyol oleh Kent, mampu diambil Wilson dengan sentuhan yang elegan dan mengarahkan dengan tenang ke sudut jauh untuk menyamakan kedudukan.

Origi mendapatkan kontrak jangka panjang baru dengan beberapa aksi cemerlang nan legendaris dalam perjalanan menuju kejayaan Liga Champions dan seharusnya ia akan diberi kesempatan masuk starting line-up di laga-laga awal musim, tetapi pertanyaannya adalah siapa yang akan bersama dia?

Mungkinkah itu Rhian Brewster? Anak muda, yang mantan pemain Liverpool Jason McAteer pernah mengatakan bawah Brewster adalah perpaduan antara Ian Rush dan Robbie Fowler, mengambil penalti dengan cemerlang untuk gol keempatnya di pra-musim ini. Sementara mungkin jalannya masih jauh dari tim yang berbaris di pertandingan penting menjelang akhir musim, tidak adanya pemain kunci di awal musim berarti adalah potensi tempat yang bisa diperebutkan.

Menurut Anda, Apakah musim Liverpool akan kacau akibat absennya trio Salah-Mane-Firmino di laga-laga pemanasan?

sumber : BBC Sports
Share This :