Lima Hal yang Dapat Dipelajari dari Masa Pra Musim Manchester United

Lima Hal yang Dapat Dipelajari dari Masa Pra Musim Manchester United
Lima Hal yang Dapat Dipelajari dari Masa Pra Musim Manchester United

Setan Merah mengakhiri pra musim mereka dengan hasil imbang 2-2 melawan AC Milan di Cardiff, yang dilanjutkan dengan menang adu pinalti, yang membawa mereka ke enam kemenangan beruntun.

Pasukan Ole Gunnar Solskjaer mengakhiri kampanye Liga Premier musim lalu dengan performa buruk yang mencapai puncaknya dengan kekalahan 2-0 di kandang sendiri dari Cardiff City, tim yang sudah memastikan diri terdegradasi. Namun memasuki musim baru melawan Chelsea di laga pembuka nanti, MU sepertinya telah menemukan momentum yang tepat berkat persiapan matang mereka di sepanjang musim panas ini.

Tapi apa saja yang dapat dipelajari pelatih asal Norwegia ini dari penampilan timnya di pra-musim? Berikut adalah 5 Hal yang Dapat Dipelajari dari Masa Pra Musim Manchester United seperti yang kami kutip dari Goal.

Bermain Menekan adalah yang Terbaik
Gaya permainan baru yang disuntikkan Solskjaer musim panas ini membuat United tampak jauh lebih kuat dan bersemangat.

Dengan Anthony Martial muncul sebagai pilihan pertama untuk memimpin barisan depan untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun karirnya di Old Trafford, The Red Devils telah menunjukkan kesediaan untuk bertahan sejak dari lini depan dengan tekanan tinggi yang telah menempatkan pihak lawan mau tak mau harus tertekan sepanjang waktu.

Gaya bermain ini membuat MU tampak jauh dari kesan menunggu dan mengundang tekanan seperti yang sering terjadi di bawah arahan Louis van Gaal dan Jose Mourinho, MU versi Solskjaer tampaknya akan menjadi prospek yang jauh lebih dinamis ketika mereka kehilangan bola. Marcus Rashford cs jauh lebih bugar, memungkinkan mereka untuk mempertahankan tempo yang lebih tinggi lebih lama daripada beberapa tahun terakhir.

Pada akhirnya dengan gaya ini, terasa seperti United akan memainkan gaya sepak bola yang cocok dengan permainan modern, dengan hasil imbang dengan Milan datang setelah pemanasan yang dirasa sudah cukup dari pertandingan-pertandingan sebelumnya. Itu, jika ada, adalah pelajaran yang tepat untuk dipelajari.

Wan-Bissaka adalah Koentji
'The Spider' telah membuat dampak yang langsung terasa di pertahanan Manchester United.

Kedatangannya senilai £ 50 juta ($ 60 juta) awalnya banyak dipertanyakan apakah juara Inggris 20 kali itu menghabiskan terlalu banyak untuk bek kanan dengan hanya 46 penampilan senior atas namanya, tetapi hampir tidak ada waktu untuk membuktikan bahwa ia memiliki apa yang dibutuhkan untuk menjadi bintang United selama bertahun-tahun yang akan datang.

Wan-Bissaka memiliki keunggulan dalam tekel yang keren dan kemauan untuk ikut maju menyerang yang menyebabkan masalah di garis pertahanan lawan, telah menjadi salah satu highlight utama MU selama pra-musim. Dan untuk klub yang tidak memiliki bek kanan yang terkenal selama setidaknya setengah dekade, Wan-Bissaka adalah kemewahan yang sudah pasti akan diterima oleh siapa pun di Old Trafford.

Maguire adalah apa yang mereka butuhkan
Solskjaer menggunakan enam bek tengah berbeda selama enam pertandingan pra-musim, dan meski mereka hanya kebobolan tiga gol secara total, masih ada keraguan tentang pertahanan mereka. Di luar Victor Lindelof, tidak ada kandidat yang benar-benar luar biasa untuk menjadi starter Manchester United di jantung pertahanan, dan cedera jangka panjang Eric Bailly adalah kepusingan yang lain.

Jadi berita kedatangan Harry Maguire tidak mungkin ada yang lebih lebih tepat dari itu.

Sementara banyak yang memiliki keluhan atas biaya sebesar £ 80 juta ($ 97juta) dari pemain Inggris itu, hanya sedikit yang berani mengklaim bahwa Maguire bukanlah peningkatan dari apa yang saat ini dimiliki Solskjaer.

Chris Smalling, Phil Jones dan Marcos Rojo membuat jalannya masing-masing untuk gagal meyakinkan dalam beberapa tahun terakhir, sementara Axel Tuanzebe bisa mendapatkan waktu bermainnya musim ini setelah menyelesaikan magang pinjaman di Aston Villa.

Tapi Maguire sudah siap sekarang, dan United akan mendapatkan banyak dari gaya memerintahnya, gaya yang mungkin harus dimiliki oleh setiap bek sentral.

Mereka tidak sama tanpa Pogba
Performa yang sering mandek melawan Milan datang sebagai bukti lebih lanjut bahwa United tanpa Paul Pogba yang fit bukanlah tim yang sama.

Gelandang asal Prancis tersebut melewatkan pertandingan melawan Milan karena mengalami cedera ringan di punggungnya dan MU tampak lebih lamban dan tak kreatif tanpa kehadirannya. Sedangkan dalam pertandingan sebelumnya mereka telah melihat Pogba memberikan dimensi ekstra untuk permainan menyerang mereka, mendorong 4 pemain di depannya untuk lebih aktif, dan memiliki keunggulan yang nyata ketika memegang bola.

Akan muncul ide sekarang bahwa Pogba akan tetap di United selama setidaknya satu tahun lagi, dengan pembicaraannya untuk mencari "tantangan baru" tidak mencapai apa pun di tengah musim panas yang berbatu untuk Real Madrid. Dan itu hanya bisa menjadi kabar baik bagi United, karena ketika pemenang Piala Dunia berada di puncak permainannya, dia bisa menjadi salah satu pemain paling destruktif di sepakbola dunia.

Lima Hal yang Dapat Dipelajari dari Masa Pra Musim Manchester United

Para Youngster baik-baik saja
United membawa Mason Greenwood, Angel Gomes, Tahith Chong dan James Garner bersama mereka dalam tur ke Australia dan Asia setelah keempatnya menjadi lebih terlibat dalam skema tim utama setelah kedatangan Solskjaer di klub Desember lalu.

Greenwood khususnya tampaknya siap untuk memainkan peran besar dalam skuad United musim ini setelah mencetak gol melawan Leeds United dan Inter Milan. Gomes, pencetak gol terbanyak lainnya di tim selama pra-musim, juga bisa mendapatkan jatah bermain yang layak, terutama jika Solskjaer memutuskan untuk merotasi timnya untuk kampanye Liga Eropa yang tentunya akan melelahkan.

Itulah Lima Hal yang Dapat Dipelajari dari Masa Pra Musim Manchester United. Dengan persiapan yang termasuk sangat baik, bukan tidak mungkin MU-nya Ole Gunnar Solskjaer akan mampu mengejutkan banyak orang yang sudah menganggap mereka habis.

sumber : Goal
Share This :