Dari Keadilan Menjadi Sakit Hati : Hubungan Cinta Pep Dengan VAR

Dari Keadilan Menjadi Sakit Hati : Hubungan Cinta Pep Dengan VAR
Dari Keadilan Menjadi Sakit Hati : Hubungan Cinta Pep Dengan VAR

Guardiola berpikir VAR akan membawa keadilan bagi Man City, tetapi sejauh ini VAR hanyalah menimbulkan rasa sakit. Kontroversi mengenai gol pembuka Liverpool dalam kemenangan 3-1 mereka atas juara Liga Premier adalah yang terbaru dalam katalog keputusan yang diperdebatkan. Pep Guardiola memulai musim sebagai pendukung Video Assistant Referees, sekarang dia menolak untuk mendiskusikannya.

"Alasannya adalah untuk membawa lebih banyak keadilan, untuk menjadi lebih adil dan itulah satu-satunya alasan saya suka VAR," kata bos Manchester City itu beberapa waktu lalu setelah kemenangan di laga pembuka musim ini atas West Ham ketika gol Raheem Sterling dianulir karena offside yang cukup tipis yang tidak mampu dilihat mata wasit di atas lapangan.

Tapi, tiga bulan kemudian, satu-satunya jawaban Guardiola atas pertanyaan tentang keputusan VAR adalah mengarahkan wartawan kepada ketua wasit Mike Riley. Guardiola mendidih setelah gol pembuka dalam kekalahan 3-1 di Liverpool yang dimulai ketika bola membentur lengan Trent Alexander-Arnold di dalam kotak penalti dan berakhir dengan tendangan Fabinho yang luar biasa 22 detik kemudian.

Kontroversi dari apakah City seharusnya mendapat penalti atau tidak bahkan diperdebatkan oleh pada mantan wasit juga - Mark Halsey mengatakan ya, sedangkan Bobby Madley mengatakan tidak. Tapi itu adalah hari lain ketika keputusan VAR tidak sesuai dengan keinginan City dan alasan lain mengapa Guardiola tidak bisa ditemui untuk mendapatkan keadilan yang ia dambakan.

Dukungannya untuk teknologi dapat ditelusuri kembali saat perempat final Liga Champions antara Liverpool vs City pada tahun 2018. Liverpool tampil luar biasa di malam itu tapi bisa menjadi malam yang berbeda seandainya VAR berada di tempatnya. Mohamed Salah tampak offside dalam membangun gol pembuka sementara Leroy Sane yang tidak offside ketika meng-assist Gabriel Jesus untuk golnya di menit ke-89 yang malah dianulir karena dianggap offside. Meski tertinggal tiga gol di leg pertama, Guardiola yakin timnya bisa melawan balik dan akan memimpin leg kedua 2-0 di babak pertama seandainya gol Sane lagi-lagi tidak dianulir dengan konyol. Puncaknya, bos City itu kemudian diusir keluar setelah masuk ke lapangan saat jeda pertandingan untuk mengintervensi wasit Antonio Mateu Lahoz.

Guardiola kembali menyerukan dukungannya pada VAR pada musim berikutnya setelah keputusan menggelikan lainnya di Stadion Etihad, meski kali ini VAR sedang menguntungkan timnya. Sterling dianugerahi penalti ketika ia terjatuh bukan karena dilanggar dalam kemenangan 6-0 atas Shakhtar Donetsk.

Pada babak sistem gugur musim itu, VAR memberi City penalti di leg pertama perempat final melawan Tottenham, yang gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Sergio Aguero. Ada lebih banyak kontroversi di leg kedua ketika Fernando Llorente mencetak gol kemenangan yang didahului oleh handsball, sementara gol injury time Sterling digagalkan oleh offside yang sangat tipis. Sambil mengesampingkan handball Llorente, Guardiola saat itu mengatakan bahwa sudah menjadi keputusan yang tepat untuk menganulir gol Sterling, tetapi menggambarkan keadaannya sebagai keadaan yang "kejam".

VAR memutar pisau menusuk lebih dalam ketika gol kemenangan di injury time melawan lawan yang sama persis empat bulan kemudian kembali digagalkan, lagi-lagi karena handsball. Tidak ada seorang pun di dalam Stadion Etihad yang melihat bola menyapu lengan Aymeric Laporte, tetapi bola itu terlihat di dalam ruang kendali VAR.

Guardiola juga percaya bahwa City seharusnya mendapat penalti dalam pertandingan yang sama karena Rodri didorong oleh Erik Lamela. "Orang-orang VAR pasti sedang minum kopi saat itu," guraunya.

Seminggu kemudian dia tidak dapat menjadi cukup riang setelah keputusan lain di Bournemouth. David Silva dilanggar oleh Jefferson Lerma tetapi tidak dipedulikan. Beberapa minggu kemudian, dewan Liga Premier mengakui seharusnya pelanggaran itu berbuah penalti untuk City. Guardiola menggunakan sarkasme untuk menunjukkan rasa jijiknya. "Itu adalah pelanggaran yang nyata, sangat nyata. Tapi tidak ada penalti hari ini, tidak ada, tolonglah," katanya di Stadion Vitality.

Hubungan cinta Pep dengan VAR, puncaknya mengarah ke adegan pada kekalahan 3-1 hari Minggu dari Liverpool, yang kini telah meninggalkan timnya sembilan poin di belakang dalam perburuan gelar. Frustrasi, Guardiola terlihat menjabat tangan wasit Michael Oliver di atas lapangan dan dengan sarkastik berkata: "Terima kasih banyak."

Beberapa saat sebelumnya, ia tertangkap kamera dengan marah menyodorkan dua jari pada official keempat Mike Dean setelah handsball kedua ditolak dalam adegan yang kemudian meluncurkan seribu meme. Pada saat konferensi pers, dia hanya menjawab pertanyaan tentang kontroversi dengan mengarahkan semua tanggung jawab itu ke Riley.

"Setiap kali saya ditanya mengapa hari itu handball, hari berikutnya tidak. Jangan tanya saya, tanyakan kepada mereka (organisasi wasit yang dipimpin Mike Riley)," katanya.

Guardiola melakukan pertemuan dengan Riley pada 2017 setelah daftar panjang keputusan yang tidak konsisten, tetapi itu berjalan sangat buruk hingga dia tidak memiliki keinginan untuk bertemu dengannya lagi. Dia berharap VAR akan menyelesaikan ketidakkonsistenan itu, yang sayangnya sejauh ini justru makin dalam untuk menyakitinya.

sumber : goal
Share This :