Carlo Ancelotti, Apa yang Bisa Dia Capai dengan Menjadi Manajer Everton?

Baru saja menyepakati kontrak berdurasi 4 tahun dengan Everton, rekam jejak Carlo Ancelotti sebagai seorang top class manajer jelas sudah tak perlu diragukan lagi. Untuk ranah Inggris sendiri, manajer berusia 60 tahun itu sudah memiliki pengalaman memenangi gelar Premier League dan juga FA Cup selama 2 tahun karirnya di Chelsea pada rentang tahun 2009 hingga 2011.

Menjadi manajer klub sekelas The Toffees jelas akan menjadi tantangan tersendiri. Ancelotti dikenal sebagai manajer kelas atas yang tanda tangannya diburu banyak tim-tim besar, dan sudah pasti ia telah terbiasa dengan tekanan untuk memperebutkan gelar juara. Tugas utama Ancelotti kali ini tentu saja adalah menjaga Everton tetap jauh dari jurang degradasi alih-alih berburu gelar seperti yang biasa ia lakukan.

"Saya terkejut pelatih sekaliber Ancelotti mau mengambil pekerjaan di Everton dimana posisi tim tengah terancam degradasi," ucap mantan bek Liverpool, Jamie Carragher pada Skysports. "Bagi Everton sendiri, mendapatkan pelatih sekelas Ancelotti merupakan pencapaian tersendiri, kebanggaan tersendiri." Ehem, sepertinya tidak hanya Anda saja, Jamie, yang terkejut. Seluruh dunia juga pasti akan terkejut.

Jadi, Mr. Ancelotti, Apa yang Bisa Anda Capai dengan Menjadi Manajer Everton?


        Prestasi Ancelotti :
  • Champions League x3
  • UEFA Super Cup x3
  • Club World Cup x2
  • Premier League x1
  • Serie A x1
  • Bundesliga x1
  • Coppa Italia x1
  • FA Cup x1
  • Copa del Rey x1



Karier Ancelotti kebanyakan dibangun dengan menambahkan kesempurnaan pada tim yang sudah berada di puncak permainan mereka, atau tim yang sudah memiliki reputasi kesuksesan sebelumnya. Masa baktinya di Paris St. Germain dimulai dan berakhir dengan sang raksasa Prancis tetap berada di puncak Ligue 1, sementara ia memastikan bahwa trofi juga terus didapatkan selama masa kerjanya di AC Milan, Bayern Munchen dan Real Madrid.

Untuk Everton, meski mereka telah menjadi peserta reguler Liga Premier untuk waktu yang lama, namun trofi mayor terakhir yang berhasil mereka bawa pulang adalah gelar juara FA Cup 1995. The Toffees gagal finis lebih tinggi dari posisi kelima sejak musim 2005 dan babak 16 besar menjadi babak terjauh mereka ketika memiliki kesempatan berlaga di kompetisi Eropa, tepatnya UEFA Cup/Eropa League.

Konsistensi kemungkinan akan menjadi fokus utama bagi Ancelotti dengan harapan bahwa piala-piala akhirnya akan menyusul. The Toffees perlu kembali ke level perebutan posisi enam besar, seperti yang pernah mereka lakukan antara tahun 2006 hingga 2014, dan menjadi tim tetap lagi di kancah sepakbola Eropa.

Jika ada pertanyaan apakah datangnya Ancelotti menggambarkan bahwa Everton memiliki kondisi keuangan yang kuat, maka bisa jadi jawabannya adalah benar. Transfer pemain masuk beberapa musim terakhir rasanya cukup untuk menegaskan hal itu. Kedatangan nama-nama seperti Gylfi Sigurdsson, Richarlison dan juga Alex Iwobi, semuanya didapat dengan dana yang tak murah. Dengan Ancelotti sebagai pelatih kepala, bukan tidak mungkin transfer-transfer besar akan kembali terjadi di Goodison Park.

Lalu, siapa nama besar yang kira-kira bisa mendarat di Everton? Jejak curriculum vitae Ancelotti menyebutkan bahwa ia biasanya menginginkan seorang striker dengan gaya tertentu. Ia sering membeli striker di manapun dia melatih hingga kebiasaan itu seperti sudah menjadi ciri khasnya.

Saat ini, Dominic Calvert-Lewin dan Moise Kean adalah ujung tombak utama Everton. Gosip yang beredar, Edinson Cavani menjadi incaran utama sejak kontraknya di PSG berakhir pada Juni 2020 mendatang. Ancelotti juga konon sudah menyiapkan nama untuk mendampingi Richarlison, sejak striker sayap asal Brasil itu terlalu dominan di satu sisi sayap Everton dibandingkan sisi lainnya.

Ancelotti datang dengan reputasi sebagai manajer yang bergelimang trofi, namun untuk kasus Everton, sepertinya mereka harus mau bersabar untuk setidaknya sampai musim depan. Peluang terbaik The Toffees saat ini adalah mengejar FA Cup - meski berat juga karena akan menghadapi Liverpool - sambil terus memperbaiki posisi di klasemen.

sumber : sporting life

Post a Comment Blogger

 
Top