Tanpa Gol, Tanpa Permainan Gemilang, Alexis Sanchez Tampak Tak Cocok dengan Gaji Besarnya

Tanpa Gol, Tanpa Permainan Gemilang, Alexis Sanchez Tampak Tak Cocok dengan Gaji Besarnya
Tanpa Gol, Tanpa Permainan Gemilang, Alexis Sanchez Tampak Tak Cocok dengan Gaji Besarnya

Pekan ke-6 EPL 2018/2019 yang baru lalu menjadi penanda bahwa Alexis Sanchez sudah genap 8 bulan berbaju merah Manchester United. Jika Anda tidak tahu, kedatangan Sanchez dari Arsenal saat itu dilakukan dengan gaya teatrikal yang sedikit berlebihan. MU membuatkan Sanchez sebuah video dimana penyerang asal Chile ini diperlihatkan tengah memainkan lagu 'Glory Glory Man United' dengan piano. Saat itu, video ini disebut-sebut lebih banyak mendapatkan perhatian dari netizen ketimbang berita kepindahan fantastis Neymar ke Paris St. Germain.

Dalam ide pembuatan video tersebut, pihak United berpikir bahwa penggunaan instrumen piano akan sangat tepat karena performa Sanchez diyakini akan mengalir dan mengalun indah memimpin lini serang MU. Namun pada Sabtu malam, saat MU ditahan imbang 1-1 oleh Wolves, satu-satunya nada yang terdengar di Old Trafford hanyalah nada sumbang dan nada frustasi lainnya dari seorang Alexis Sanchez. Para suporter Setan Merah sendiri bahkan kebingungan di mana kira-kira menempatkan Sanchez, di urutan ke berapa, di daftar panjang transfer mengecewakan MU pasca era Sir Alex Ferguson.

Chris Smalling sudah membuat 3 gol sejak Sanchez terakhir kali mencetak gol untuk MU di Premier League, paceklik yang sampai pekan ke-6 yang lalu terhitung menjadi 829 menit. Sejak Sanchez mencetak gol pertama dari 3 golnya yang kebanyakan tak signifikan untuk MU, Mohamed Salah sudah mencetak 23 gol untuk Liverpool, Sadio Mane mencetak 15 gol dan Eden Hazard sudah mengemas 10 gol untuk Chelsea.

Namun, penilaian terhadap Sanchez tidak dapat dilihat hanya dari kelangkaan jumlah golnya. Justru, yang paling mengkhawatirkan adalah tidak tampaknya sisa-sisa percikan kebintangannya, label superstar-nya. Bahkan belakangan, permainan Sanchez di atas lapangan seakan sudah menjadi pengulangan-pengulangan yang akrab: menghambur-hamburkan waktu penguasaan bola, kepala menunduk, dan gagal melewati blok lawan. Untuk sebuah tim yang merindukan fluiditas kolektif, keberadaan Sanchez yang asyik dengan dunianya sendiri menjadi poin yang paling buruk. Dan dari satu sudut pandang yang lain, gajinya yang sebesar 500.000 pounds per pekan menjadi benar-benar tak cocok untuknya.

Sebenarnya sejak musim lalu, sudah ada banyak kesempatan bagi Jose Mourinho untuk tidak terlalu sering memainkan Sanchez karena performa yang tak maksimal. Namun entah bagaimana, mungkin juga karena terbentur banyak kepentingan dimana Sanchez merupakan salah satu pemain termahal mereka, mencadangkannya begitu saja akan membuatnya menjadi investasi yang teramat sia-sia.

Namun kepura-puraan itu sudah mulai banyak berkurang kini. Mourinho menunjukkan otoritasnya sebagai orang paling berkuasa di Old Trafford. Sanchez tak dimainkan sama sekali di laga perdana Liga Champions melawan Young Boys, dan lalu hanya bermain selama 60 menit saat melawan Wolves. Itu adalah kali ketiga secara beruntun Sanchez tak dimainkan secara penuh di kompetisi liga musim ini.

Untuk pemain yang sudah 4 tahun berkarier di Premier League, Sanchez seharusnya dapat menemukan solusi untuk masalahnya sendiri. 

Dia bukan lagi pemain muda 19 tahun yang baru menginjakkan kakinya di negara baru, yang masih membutuhkan banyak bimbingan. Jadi, apa pembelaan Sanchez untuk performanya ini? Paul Pogba memberikan pandangannya yang menarik tentang mengapa koleganya yang satu itu begitu kesulitan beradaptasi di Old Trafford. Menurut gelandang asal Perancis tersebut, Sanchez kesulitan karena sebelumnya terbiasa dengan gaya bermain menyerang ala Arsene Wenger, lalu tiba-tiba harus bermain dengan gaya pragmatis ala Mourinho. "Ketika Anda bermain dalam waktu yang lama bersama satu tim dan lalu bermain dengan gaya berbeda di tim lain, Anda akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi," jelas Pogba usai pertandingan melawan Wolves.

Dan memang, kesulitan terbesar MU saat ini, sebenarnya jauh di atas performa suram Sanchez itu sendiri. Membutuhkan seorang winger kanan yang cepat, membeli Sanchez sejatinya adalah langkah yang aneh karena MU sebenarnya sudah memiliki 2 pemain bertipe sama seperti Sanchez, yakni Martial dan Rashford.

Kedatangan Sanchez sama sekali tak membuat situasi yang menguntungkan baik bagi Martial maupun Rashford. Dan karena rotasi yang tak menentu, Mourinho kini bahkan kesulitan mendapatkan performa terbaik dari ketiga pemainnya tersebut. Untuk memperumit masalah, gaji Sanchez yang besar hanya akan mendatangkan tuntutan dari bintang-bintang lain yang akan direkrut di masa mendatang. Belum lagi dari skuad yang ada sekarang, sudah pasti akan timbul pertanyaan di benak masing-masing, bagaimana mungkin pemain yang tampil begitu buruk masih mendapatkan bayaran yang sangat tinggi?

sumber : The Telegraph
Share This :