Apa yang Telah Berubah dari Arsenal di Bawah Kendali Unai Emery?

Apa yang Telah Berubah dari Arsenal di Bawah Kendali Unai Emery?
Apa yang Telah Berubah dari Arsenal di Bawah Kendali Unai Emery?

Tanpa banyak ba-bi-bu, Arsenal diam-diam sudah memetik 9 kemenangan beruntun di semua ajang yang diikutinya. Ini adalah pencapaian terbaik mereka dalam 3 tahun terakhir. Jadi, apa yang sebenarnya telah berubah sejak Unai Emery menggantikan posisi Arsene Wenger musim panas yang lalu?

Setelah 22 tahun berjalan dengan rutinitas yang sama, bangun di pagi hari dan kemudian melihat semuanya telah berubah jelas bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Namun Emery datang, melihat detil-detil kecil dan kemudian mengavaluasinya bagaimana hal-hal itu dapat diperbaiki ataupun ditingkatkan.

Salah satu perubahan kecil, tapi bisa jadi sangat penting dan krusial, ambil saja contoh pendekatan yang dilakukan Emery di pertandingan tandang minggu lalu di Qarabag. Berdasarkan percakapan dengan staf pendukungnya dan studi tentang data pemain yang tersedia untuknya, Emery percaya bahwa Arsenal akan lebih baik melakukan persiapan di Stadion Olimpiade Baku di Azerbaijan sebelum pertandingan daripada melakukannya di pemusatan latihan London Colney seperti yang telah mereka lakukan di tahun-tahun sebelumnya. Arsenal juga lebih banyak melakukan latihan di stadion Emirates musim ini ketimbang di masa Wenger yang lebih sering melakukan latihan di tempat terpisah.

Rupanya, kebijakan ini disukai oleh pemain, seperti yang diungkapkan oleh Alex Iwobi. "Melakukan latihan di lapangan yang akan menjadi venue pertandingan sangat baik untuk kami. Kami menjadi lebih siap karena sudah terbiasa dengan kondisi lapangan." Kebijakan lainnya, Emery memerintahkan untuk langsung pulang setelah pertandingan melawan Qarabag ketimbang menginap di sana. Dengan keputusan ini, skuad Arsenal memiliki hari libur penuh di hari Jum'at.

Apakah kebijakan itu memiliki imbas langsung sehingga Arsenal mampu melibas Qarabag dan Fulham beberapa hari sesudahnya? Kami tidak tahu.Yang kami tahu, perubahan-perubahan yang dilakuan Emery, berdasarkan penelitian profesional tentang tingkah dan perilaku manusia, memang memberikan dampak yang efektif dan positif terhadap fisik maupun kondisi psikis terutama kepada para pemain yang selama ini sudah terbiasa dengan rutinitas ala Wenger.

Emery juga secara mendasar sangat berbeda dengan Wenger dalam berbagai aspek. Menurut salah satu mantan pemainnya, Joaquin, menyebut bahwa Emery adalah orang yang 'sakit'. "Dia sangat terobsesi dengan sepakbola, jadi ya, secara resmi itu adalah sebuah 'penyakit'."

Arsene Wenger di sisi lain, adalah tipikal manajer yang tidak terlalu memperhatikan detil, praktis mungkin karena terlalu lamanya dia berada di Arsenal. Contohnya ketika pertandingan melawan Ostersund di Europa League musim lalu, media Inggris terkejut saat mengetahui fakta bahwa Wenger tak tahu apa-apa tentang lawannya asal Swedia tersebut. Lebih mengejutkan lagi adalah jawaban Wenger dalam konferensi pers saat itu yang mengatakan bahwa ia bahkan masih bingung menentukan siapa yang layak jadi kapten dalam timnya untuk melawan Ostersund.

SECARA TAKTIK, Emery juga termasuk manajer yang fleksibel. Dari 2 game melawan Qarabag dan Fulham, Emery kedapatan menerapkan 3 taktik yang berbeda. Itu hanya dari 2 pertandingan, bandingkan dengan Wenger yang memakai 3 taktik yang sama selama satu dekade antara 2006 hingga 2016. Ini jelas perubahan yang cukup signifikan untuk Arsenal.

Dan lagi-lagi, perubahan ini mendapatkan tanggapan positif dari para pemain. Sokratis, yang dalam pertandingan melawan Qarabag sering berpindah formasi dari 3 bek menjadi 4 bek atau sebaliknya, mengungkapkan kekagumannya, "ini sangat bagus. Dalam pertandingan, kita kadang memang harus mengubah taktik untuk menang ataupun bermain lebih baik. Saya sangat senang mengetahui bahwa manajer mengerjakan banyak hal untuk membuat tim lebih baik dan kami semua juga senang bahwa kami menjadi tahu apa yang harus kami lakukan di atas lapangan."

Sebenarnya, tidak ada yang meragukan betapa besarnya nama Arsene Wenger bagi publik Emirates. Pria Perancis ini telah membawa banyak kejayaan bagi The Gunners. Namun, di masa-masa akhir jabatannya, memang sangat terasa degradasi kepelatihannya. Kecurigaan semakin tumbuh dan orang-orang makin yakin bahwa para pemain tidak lagi dilatih dengan benar. Satu contoh paling kentara, adalah Alex Oxlade-Chamberlain. Di awal kemunculannya, Chamberlain adalah bukti lain mata elang Wenger. Namun cukup sampai di situ. Bertahun-tahun kemudian, Chamberlain sama sekali tak berkembang dan menjadi potret stagnansi kerajaan Wenger. Setelah pindah ke Liverpool dan diasuh oleh Juergen Klopp, Chamberlain seakan terlahir kembali dan berkembang dengan sangat baik.

Alex Iwobi dan Hector Bellerin adalah nama-nama lainnya yang senasib dengan Chamberlain. Sangat memesona di awal kemunculannya, namun kemudian skill mereka seakan-akan lenyap di tahun-tahun berikutnya. Di bawah pelatihan Emery, keduanya kini berhasil menemukan konfidensi mereka kembali dan berkembang menjadi bagian penting rentetan kemenangan Arsenal.

"Boss berkata pada saya, jika pertandingan tidak berjalan seperti harapan, teruslah mencoba dan jangan mengeluh."

Ada argumen yang mengatakan bahwa kemenangan beruntun Arsenal saat ini hanya didapat dari tim-tim kecil, tim-tim yang memang sudah seharusnya dapat mereka kalahkan. Itu argumen yang tidak sepenuhnya salah. Tapi ingatlah, musim lalu, Arsenal kalah saat bertandang ke Newcastle United, dan hanya mampu meraih sebiji poin dari 3 pertandingan melawan tim-tim penghuni zona degradasi. Musim ini, Arsenal sudah mengalahkan Newcastle, Cardiff dan Fulham di partai away mereka. Dibanding musim lalu, ini adalah kemajuan yang sangat pesat.

Musim ini Arsenal mungkin tampil sebagai tim yang tanpa beban apa-apa, tetapi mereka juga bisa menjadi kejutan. Sebenarnya, kita tidak tahu pasti - bahwa mungkin kejutan-kejutan itulah perubahan terbesar yang terjadi di Arsenal saat ini pasca era stagnansi Arsene Wenger.

sumber : Telegraph
Share This :