Pelatih Baru, Pahlawan Baru, Masalah yang Sama Untuk Real Madrid

Pelatih Baru, Pahlawan Baru, Masalah yang Sama Untuk Real Madrid
Pelatih Baru, Pahlawan Baru, Masalah yang Sama Untuk Real Madrid

Santiago Solari mempertahankan trek kemenangannya sebagai bos pengganti Real Madrid berkat hasil menang 2-0 atas Real Valladolid semalam, tetapi tidak sedikit yang menganggap bahwa Madrid hanyalah beruntung saja mendapatkan kemenangan tersebut. Tiga poin untuk sementara berhasil mengangkat Los Blancos merangkak naik kembali di papan klasemen, namun para suporter di Santiago Bernabeu tahu bahwa kinerja tim kesayangan mereka belumlah menjadi hal yang menarik untuk dirayakan.

Pelatih interim Santiago Solari membuat dua kemenangan dalam dua pertandingan perdananya dan bintang muda Vinicius Jr. mampu membuat dampak yang cukup signifikan saat dipanggil dari bangku cadangan, tetapi itu belum cukup untuk menutupi banyak masalah Madrid, yang semuanya tampak mengemuka sejak liga mulai berjalan.

Siulan-siulan protes adalah tema yang berulang di antara bangku penonton Madrid yang frustrasi menghadapi tim mereka untuk pertama kalinya, sejak kekalahan 5-1 di laga El Clasico kontra Barcelona akhir pekan lalu yang membuat Julen Lopetegui dipecat dari pekerjaannya.

Hal positifnya, selain mengakhiri lima pertandingan liga tanpa kemenangan, adalah penampilan mengesankan dari 2 youngster-nya, Vinicius Jr. dan juga Sergio Reguilon. Nama yang disebut terakhir berhasil tampil impresif di posisi bek kiri menggantikan Marcelo yang cedera. Bek Spanyol berusia 21 tahun tersebut sangat presisi dengan umpan-umpannya, setiap crossing-nya sangat berbahaya dan sekaligus mampu menjaga area pertahanan dengan solid.

Tapi, sampai di situ saja hal baik yang dapat dipetik dari penampilan tanpa karakter Real Madrid semalam. Pelatih baru dan pahlawan baru untuk Madrid, tetapi Solari & Vinicius belum bisa menambal keretakan yang sesungguhnya.

Solari mungkin memiliki rekor kemenangan 100 persen, tetapi kemenangan atas tim antah berantah Melilla pada hari Rabu sedikit kurang layak untuk dibanggakan, sementara 2 sepakan pemain Valladolid sempat membentur mistar gawang dua kali sebelum Madrid akhirnya berhasil memecah kebuntuan. Madrid  membutuhkan defleksi yang berbau keberuntungan untuk mendapatkan gol sebelum kapten Sergio Ramos mendapatkan hadiah pinalti di penghujung laga.

Saya cukup yakin, dengan performa Madrid seperti kemarin, tidak ada alasan bagi Florentino Perez untuk mengangkat Solari sebagai pelatih permanen Madrid berikutnya.

Cara Gareth Bale mengabaikan Solari saat dia berjalan ke luar lapangan - diganti setelah hampir tak terlihat di sepanjang pertandingan - seakan mengatakan bahwa pelatih asal Argentina tersebut mungkin tidak memiliki kekuatan yang diperlukan untuk memimpin ruang ganti.

Setelah laga El Clasico, Sergio Ramos menegaskan bahwa pemain Madrid tidak ingin seorang pendisipliner datang dan menuntut rasa hormat dan otonomi, tetapi itu mungkin justru persis apa yang dibutuhkan Madrid saat ini. Madrid perlu menunjuk pelatih yang dapat me-refresh para pemain, memberikan karakter yang kuat dan tujuan yang bukan "asal tidak kalah" untuk tim.

Itu tentu bukan pekerjaan mudah, dan sampai hal itu terjadi, tim seperti Valladolid akan terus datang ke Bernabeu karena tahu bahwa mereka bisa menang.

sumber : 7msports
Share This :