Warisan Berhemat ala Arsene Wenger yang Mempersulit Arsenal

Warisan Berhemat ala Arsene Wenger yang Mempersulit Arsenal
Warisan Berhemat ala Arsene Wenger yang Mempersulit Arsenal

Berbicara tentang Arsenal di era Arsene Wenger berarti adalah tentang 2 hal yang sangat dominan, yakni tentang berhemat dan kehati-hatian, dua hal yang pada akhirnya cukup untuk menjadi sumber rasa frustasi yang hebat diantara para fans karena dengan metode seperti itu Arsenal di tahun-tahun terakhir Wenger menjadi sulit bersaing dengan tim-tim besar lain yang bergerak beringas di lantai bursa.

Dengan metode semacam itu Wenger akhirnya menjadi yang paling tertuduh dalam kemunduran prestasi The Gunners. Namun, sejatinya siapapun yang berada di posisi Wenger akan merasakan kesulitan. Sang profesor mungkin salah dalam melakukan perhitungan, namun Unai Emery, pengganti Wenger, justru membuat Arsenal terdengar seperti sebuah perusahaan yang sedang bangkrut. "Kami tidak bisa membeli pemain secara permanen, kami hanya bisa meminjamnya", kata Emery dalam sebuah konferensi pers beberapa saat lalu.

Prestasi sejati Arsene Wenger, selain trofi tentu saja, adalah termasuk memungkinkan Arsenal untuk dapat membayar kembali sebagian besar hutang yang muncul ketika membangun Stadion Emirates. Dengan tetap mampu menjaga Arsenal berada di papan atas, sejujurnya prestasi Wenger sangatlah luar biasa. Sekarang, Arsenal mungkin dipaksa menjadi peminjam hutang yang berbeda jenisnya.

Wenger mungkin jadi terasa seperti orang paling pelit di dunia sepak bola, menjaga uang Arsenal dengan tekad seperti seseorang yang begitu kikir, sampai-sampai para fans mendesaknya untuk menghabiskan uang dalam pembelian pemain jangka pendek untuk mencapai sukses. Sekarang kekikiran Wenger tampak masuk akal, dengan kondisi klub London Utara ini diduga terdesak untuk mendapatkan dana segar namun tampak akan kembali gagal masuk zona Liga Champions.

Tidak, Arsenal bukan dimaksudkan menjadi bahan ejekan untuk kebijaksanaan fiskalnya saat ini. Mereka tidak pula terlihat menjaga batasan untuk melawan kegilaan dunia keuangan sepakbola yang semakin tidak tergambarkan. Terlihat ketika mereka membayar Mesut Ozil dengan gaji terbesar kedua di Liga Premier namun bahkan Ozil tidak terpilih ke dalam skuad  di West Ham 2 pekan sebelumnya.

Arsenal pernah memiliki kekayaan  mendekati £200 juta, tetapi sekarang terlihat relatif miskin dan anggaran untuk Emery akan terus semakin kecil. Hal ini diperparah dengan harus mengganti tiga pemain yang pergi dengan gratis di musim panas nanti: Petr Cech yang pensiun, serta Danny Welbeck dan Aaron Ramsey yang habis masa kontraknya.

Wenger mungkin memang lebih menghindari risiko daripada kebanyakan orang, tetapi saya pikir itu juga efek samping dari perencanaan bisnis dalam sepakbola Arsenal yang terasa tidak pasti. Model ekonomi Arsenal hampir selalu didasarkan pada kualifikasi Liga Champions; yang mana sekarang mereka tidak lagi menghasilkan pendapatan yang cukup besar dari kompetisi tersebut selama tiga musim berturut-turut.

Penderitaan Arsenal saat ini seharusnya bukan sepenuhnya kesalahan Wenger. Dugaan bahwa Sven Mislintat membiarkan strategi transfer klub dalam kehancuran tampak terlihat setelah 130 juta poundsterling yang Wenger bantu hasilkan, akhirnya dihabiskan selama pemerintahan singkat pria Jerman tersebut sebagai kepala rekrutmen.

Ketika sebuah klub kehilangan akan sejumlah uang karena para pemain pergi dengan bebas transfer, neraca keuangan Arsenal mengalami kerugian tertentu ketika harus menjual pemain yang hampir habis masa kontraknya. Samir Nasri, Robin van Persie, Gael Clichy dan Alex Oxlade -Chamberlain dijual dengan harga relatif murah setelah memasuki tahun terakhir kontrak mereka, Alexis Sanchez ditukar dalam enam bulan terakhir masa jabatannya. Bisa dibilang, Arsenal mendapat nilai pasar yang sebenarnya nihil.

Sejak 2013 saja, mereka telah kehilangan Per Mertesacker yang pensiun, ditambah Jack Wilshere, Santi Cazorla, Mathieu Debuchy, Tomas Rosicky, Abou Diaby, Nicklas Bendtner, Bacary Sagna, Andre Santos, Andrei Arshavin, dan Denilson, semuanya pergi dengan status bebas transfer. Ada yang salah; beberapa, seperti Cazorla yang tidak beruntung, korban kemalangan; beberapa mengalami penuaan; beberapa melampaui batas kesabaran ketika kesetiaan Wenger terbukti salah tempat.

Dalam prosesnya, Arsenal telah mendapatkan kembali uang dengan jumlah paling sedikit di antara enam klub teratas di pasar transfer sejak 2015. Ini mungkin menjelaskan mengapa mereka gagal membentuk masa depan skuad yang menjanjikan.

Lini pertahanan sudah terlalu tua, dan  ketika Shkodran Mustafi yang seharga £35 juta seharusnya menjadi tumpuan, ternyata dia tidak terlalu dapat diandalkan juga. Terlalu banyak sumber daya mereka yang terkonsentrasi pada satu posisi: seperti misalnya dua pembelian terbesar mereka, Pierre- Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette,  keduanya adalah striker. Terlalu banyak uang mengalir ke Ozil: Wenger menggambarkan gaji Ozil £350.000 per minggu sebagai "opsi termurah" untuk mempertahankannya tahun lalu, keputusan yang akhirnya tampak sangat boros saat ini. Berbagai kondisi telah menghancurkan model keuangan Arsenal.

Wenger pernah menyebut bahwa investor seperti Roman Abramovich dan Sheikh Mansour adalah "Sumber daya luar" yang mempersulit Arsenal untuk bersaing memperebutkan gelar.

Dulu, ketika sumber daya yang dihasilkan sendiri oleh Arsenal berada pada tingkat yang paling luas, mereka memelopori skema semi-sosialis di antara klub-klub super dengan upah maksimum yang lebih rendah dan lebih banyak kesetaraan gaji. Sayangnya, hal itu berarti pemain-pemain kelas A seperti Robin van Persie dan Cesc Fabregas tidak mendapatkan penghasilan lebih dibandingkan dengan pemain-pemain yang kurang berprestasi, dan pemain-pemain terbaik mereka yang bergaji rendah mulai diiming-imingi gaji tinggi oleh klub lain.

Kendati demikian, kehati-hatian fiskal ala Wenger ini telah terbukti mampu menyeimbangkan kondisi keuangan klub selama 22 tahun masa jabatannya, dimana kebijakan seperti itu terlihat lebih sulit bagi Emery yang terjepit kondisi sekarang. Jika Sir Alex Ferguson mewariskan Manchester United sebuah situasi dimana penggantinya bisa menghabiskan banyak uang setiap musim panas, warisan Wenger tampaknya mencakup lebih banyak penghematan.

Dan kondisi itu membuat pekerjaan Emery semakin berat.

sumber : FourFourTwo
Share This :