Frank Lampard atau Zinedine Zidane?

Frank Lampard atau Zinedine Zidane?
Frank Lampard atau Zinedine Zidane?

       Tulisan ini bukan ingin membandingkan gaya bermain kedua pemain semasa masih aktif sebagai pesepakbola, ataupun rentetan prestasi yang telah dicapai keduanya. Membicarakan kedua sosok ini adalah membicarakan rumor yang berhembus kencang mengenai pengganti Maurizio Sarri sebagai pelatih Chelsea saat ini. Hasil mengecewakan ketika kalah 4-0 dari Bournemouth dan kalah 6-0 dari Manchester City memaksa tim asuhan Sarri harus menempati posisi keenam di klasemen sementara Liga Premier Inggris. Hal ini menyebabkan rumor pemecatan Maurizio Sarri yang jabatan pelatihnya berada di ujung tanduk  semakin berhembus kencang.

      Frank Lampard dan Zinedine Zidane menjadi dua nama yang banyak disebut akan dikontrak manajemen Chelsea untuk menggantikan Sarri dan membenahi tim yang sedang tampil inkonsisten. Kedua sosok ini memang tidak satu angkatan semasa aktif menjadi pemain sepakbola profesional. Zinedine Zidane (46 tahun) memulai karier profesional sepakbolanya bersama Cannes di tahun1989 dan mengakhirinya di Real Madrid pada 2006, dengan sempat bermain di Bordeaux dan Juventus sebelum pindah ke Real Madrid yang menjadi klub terlama tempat ia bermain. Sementara itu, Frank Lampard menjadi pesepakbola profesional bermula di West Ham pada 1995, dan mengakhirinya bersama New York City di tahun 2016. Frank Lampard menjadi salah satu legenda Chelsea dengan menghabiskan 14 tahun (2001-2014) di Stamford Bridge. Berbagai raihan dan catatan apik telah dibukukan kedua pemain semasa membela berbagai klub, sehingga keduanya menjadi sosok tak terlupakan di dunia sepakbola.

       Keunggulan Frank Lampard dibandingkan Zinedine Zidane adalah 14 tahun yang ia habiskan bermain di Chelsea, klub tempat dia berkembang menjadi sosok yang dikagumi banyak penggemar. Frank Lampard bukanlah sosok asing bagi klub ini, dan dinilai tidak membutuhkan banyak adaptasi kembali untuk menukangi tim yang mempunyai rumah di Stamford Brigde ini. Meskipun pengalaman melatihnya baru pada satu klub yakni Derby County yang menghuni Championship Division, dan klub ini tampil cukup konsisten dengan menempati posisi ketujuh di klasemen, dengan poin yang sama dengan Middlesbrough di posisi keenam yang unggul selisih gol. Derby County sangat mungkin mencapai posisi keenam klasemen, untuk kemudian melangkah ke play-off promosi ke EPL. Ini akan menjadi catatan prestasi Frank Lampard jika berhasil mewujudkan timnya promosi ke tingkat liga yang lebih tinggi.

       Catatan mentereng Zinedine Zidane sebagai pelatih yang juga relatif baru memulai karier kepelatihannya tidak bisa disepelekan. Bersama Real Madrid sebagai pelatih, selama tiga musim berturut-turut ia mengantarkan klubnya meraih juara UEFA Champions League. Ini adalah sesuatu yang belum pernah dicatatkan klub manapun di dunia, bahkan ketika ia menjadi bagian dari Los Galacticos sebagai pemain sekalipun. Memuncaki klasemen liga juga bukanlah hal yang mustahil dilakukannya bersama Real Madrid ketika klub ini berada di tangga teratas klasemen akhir La Liga musim 2016-2017.

       Persoalannya adalah menimbang apakah kedua sosok ini memanglah sosok yang dibutuhkan Chelsea? Selain itu, apakah salah satu di antara keduanya akan mampu menukangi tim yang masih dipimpin Roman Abramovich, sosok presiden yang hobi mengganti pelatih apabila klub yang ia pimpin tak menorehkan prestasi sesuai keinginannya. Sudah banyak pelatih yang menjadi “korban” pemecatan Roman Abramovich. Yang terakhir adalah Antonio Conte, yang ketika sedang berada di posisi kritis untuk kehilangan kursi kepelatihan Chelsea pernah mengatakan bahwa memecat dirinya dari kursi kepelatihan Chelsea adalah sebuah hal yang bodoh. Roman Abramovich tentu tetap tak mau ambil pusing dengan kicauan apapun selama ia memuaskan diri dengan memperpanjang daftar pelatih yang menjadi korban pemecatannya.

      Frank Lampard memang pernah berada di Chelsea begitu lama, namun ia bahkan belum menyelesaikan satu musimnya perdananya sebagai pelatih bersama Derby County. Sementara Zinedine Zidane memang telah menorehkan berbagai prestasi bersama Real Madrid selama 3 musim yang singkat, namun ia belum pernah berkarier sebagai pemain maupun pelatih sepakbola profesional di klub Inggris manapun. Poin-poin plus dan minus yang dimiliki kedua pelatih profesional ini menjadi perjudian Roman Abramovich tersendiri. Sehingga, yang hanya bisa ditunggu adalah: Apakah sang pemilik Chelsea sementara akan menghemat tinta dengan tidak menambah daftar panjang nama pelatih yang dipecatnya dalam waktu singkat, atau Chelsea akan mengalami sukses instan dari pelatih baru nanti?  


*dikutip dari beberapa sumber      

Share This :