Sejarah Menunjukkan Bahwa Sarri Tengah Dalam Masalah Serius di Chelsea

Sejarah Menunjukkan Bahwa Sarri Tengah Dalam Masalah Serius di Chelsea
Sejarah Menunjukkan Bahwa Sarri Tengah Dalam Masalah Serius di Chelsea

Maurizio Sarri seakan sedang berada dalam film yang pernah ditonton para pengamat - dan babak terakhir dari film tersebut biasanya tidak berakhir dengan baik bagi pria yang duduk di kantor manajer di Stamford Bridge itu.

Sarri menunjukkan wajah cemberut yang tampak familiar, yang ditunjukkan juga oleh para pendahulunya yang dipecat seperti Luiz Felipe Scolari dan Andre Villas-Boas, saat ia menyaksikan pembantaian 6-0 di kandang Manchester City - kekalahan terbesar Chelsea sejak kalah 7-0 atas Nottingham Forest pada April 1991 atau sebelum masa Premier League bergulir.

Dalam setiap kesempatan Sarri seringkali mengatakan bahwa "pekerjaannya selalu berisiko" sambil bersikeras bahwa dia tidak tahu apakah posisinya sekarang dalam bahaya atau tidak. Dalam hemat kami, ya, dia akan berada dalam bahaya serius, apalagi jika keadaan seperti ini terus berlanjut.

Tim Sarri telah kebobolan 10 gol tanpa balas dalam dua pertandingan tandang terakhir mereka, setelah kalah 4-0 di Bournemouth pada 30 Januari. Chelsea, yang pernah identik dengan frasa soliditas pertahanan, kebobolan 4 gol di babak kedua melawan timnya Eddie Howe dan empat gol lagi di 25 menit pertama di Etihad. Mereka sekarang telah turun ke urutan keenam di Liga Premier, terpaut satu poin dari Manchester United di tempat keempat, setelah sempat  menikmati keunggulan 11 poin ketika Jose Mourinho meninggalkan Old Trafford pada bulan Desember.

Sejak pergantian tahun, Chelsea telah kalah di kandang Arsenal, Bournemouth dan sekarang City, kebobolan 12 gol dan tidak mampu mencetak satu gol pun.

Azpilicueta meminta maaf pada para fan Chelsea setelah dibantai City 6-0

Mereka sekarang menghadapi pertarungan serius untuk meraih posisi empat besar, dan pekerjaan Sarri dipertaruhkan di garis paling depan, terutama jika ia tidak dapat memetik hasil bagus di putaran kelima Piala FA di kandang sendiri melawan Manchester United dan di final Piala Carabao melawan City.

Ada gosip yang mengatakan bahwa ponsel para manajer Chelsea cenderung akan penuh dengan pesan dari Roman Abramovich ketika ada masalah yang menimpa The Blues - jadi Sarri sekarang dapat berharap bahwa kotak pesannya akan segera penuh. Abramovich jelas tak pernah berharap Chelsea akan dipermalukan. Dia tidak terbiasa dengan itu. Sarri menempatkan dirinya sendiri dalam zona berbahaya dengan hasil seperti ini.

Saat City berhasil unggul 4-0 dalam sekejap mata, Sarri tampak mondar-mandir di Technical Area dalam campuran kebingungan, frustrasi dan kemarahan, mengunyah puntung rokoknya sebelum membuat catatan, catatan yang akan merinci sebuah kisah horor ketika dia membacanya kembali nanti. Saat peluit akhir dibunyikan, Sarri tampak sangat bingung sehingga ia berlalu pergi begitu saja melewati para kolega dan jabat tangan Pep Guardiola yang sudah terulur tanpa menyadarinya.

Sarri tidak percaya motivasi adalah masalah utama dari pembantaian ini, yang sebenarnya justru menunjukkan masalah yang terjadi dalam tubuh The Blues mungkin saja lebih dalam.

Sejarah menunjukkan bahwa begitu pasukan Chelsea tampak terputus dari ide-ide manajernya, maka itu akan menjadi sebuah pekerjaan yang sulit - hampir mustahil - untuk dapat menyatukannya kembali. Jose Mourinho, Scolari dan Villas-Boas dapat menceritakan semua tentang hal itu kepadanya.

Setelah pertandingan, Guardiola menunjukkan gestur tanda simpati kepada orang yang sangat dihormatinya (Sarri), sambil mengingat bahwa diapun mengalami kesulitan ketika mengarungi musim pertamanya bersama Manchester City. Dia berharap bahwa Chelsea dan Abramovich dapat menunjukkan kepercayaan dan kesabaran, menjelaskan bahwa hal tersebut sangat membantunya ketika dewan City menaruh keyakinan yang besar kepada dirinya dan metodenya.

Tetapi, di sini sekali lagi, sejarah melawan Sarri. Scolari dipecat setelah hanya delapan bulan bekerja dan membawa Chelsea di peringkat keempat di Liga Premier. Villas-Boas pun hanya bertahan sembilan bulan.

Abramovich, ketika bukti menunjukkan, jelas bukanlah seorang pria yang sabar. Dan kenapa dia harus bersabar, ketika ketidaksabarannya sering terbukti benar ketika diukur dengan piala? Sementara banyak orang mungkin menganggap bahwa budaya kapitalis nan instan sebagai hal yang tidak menyenangkan, Abramovich dapat menunjuk ke arah trofi-trofinya setelah dia mengambil keputusan besar itu.

Dibantai City adalah hari yang mengerikan bagi Sarri - seorang manajer yang sekarang jelas sedang dalam masalah serius.

sumber : BBC
Share This :