Philippe Coutinho: Blunder Barcelona?

Philippe Coutinho: Blunder Barcelona?
Phillippe Countinho: Blunder Barcelona?

        Telah lebih dari setahun sejak debutnya bersama FC Barcelona pada 25 Januari 2018, banyak penikmat sepakbola khususnya para penggemar Barcelona menganggap bahwa Philippe Coutinho belum mampu berkontribusi secara maksimal untuk klub berjulukan Blaugrana ini. Sejak datang ke Camp Nou, ia baru tampil pada 67 pertandingan yang tidak semuanya ia jalani full-time, tidak seperti yang hampir selalu dilakukan Lionel Messi. Ia pun baru mencetak 19 gol di seluruh ajang yang Barcelona ikuti sejak debutnya. Kontribusinya kerap dibandingkan dengan para pemain lain yang juga berstatus sebagai pemain yang belum lama membela Barcelona. Tentu saja ini terkait dengan jumlah uang yang dikeluarkan FC Barcelona untuk memboyong ia dari Anfield: 145 juta Euro, terbesar sepanjang sejarah klub Catalunya ini untuk menuntaskan transfer seorang pemain yang hingga sekarang kontribusinya dirasa belum sepadan harga yang dibayarkan.

      Arthur Melo adalah salah satu pemain yang kontribusinya dinilai lebih besar untuk klub daripada Philippe Coutinho. Meskipun tidak menyumbangkan gol yang lebih banyak, di musim ini (2018-2019) menit bermainnya yang sebanyak 4963 menit dibandingkan Coutinho yang mencatatkan 4762 menit bermain. Selain itu, Arthur juga tercatat menjadi starter dalam jumlah pertandingan yang lebih banyak, yaitu sebanyak 36 kali dalam 39 pertandingan, dibandingkan Coutinho yang baru 28 kali memulai pertandingan sebagai pemain dalam daftar Starting-XI oleh pelatih Ernesto Valverde. Lini tengah Barcelona juga sering terasa kurang agresif tanpa kehadiran Arthur Melo ketika ia menderita cedera untuk beberapa saat. Bahkan, banyak penggemar juga berpendapat bahwa Arthur Melo sekarang telah mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan sang legenda, Andres Iniesta, yang sekarang memilih merumput di Vissel Kobe bersama David Villa dan Fernando Torres. Arthur Melo juga tidak banyak merogoh kocek klub. Klub hanya membutuhkan 31 juta Euro untuk mendatangkan Arthur dari Gremio

        Nama selanjutnya yang kerap menjadi pesaing Coutinho untuk memperebutkan tempat di Starting-XI susunan Ernesto Valverde adalah Ousmane Dembele. Pemain tim nasional Perancis ini telah bermain selama 4498 menit sepanjang musim ini berlangsung dengan 25 kali menjadi starter untuk klub. Akan tetapi, di musim ini Dembele sudah mencetak 15 gol, 1 gol lebih banyak daripada Coutinho. Menghabiskan dana 105 juta Euro untuk datang ke Camp Nou, Dembele yang masih berusia 21 tahun dipandang sebagai investasi jangka panjang FC Barcelona. Bersama tim nasional Perancis, ia menguatkan kepercayaan dirinya dengan tampil sebagai jawara Piala Dunia 2018 lalu. Sempat mengalami kendala adaptasi di Camp Nou, Dembele juga sedang terlihat berusaha konsisten untuk tampil baik mendampingi Lionel Messi dan Luis Suarez di lini depan Barcelona. 

        Selain Arthur dan Dembele, pemain yang belakangan diberikan banyak kesempatan bermain oleh Ernesto Valverde adalah Arturo Vidal. Meskipun memiliki gaya bermain yang berbeda dengan Coutinho, eksistensi Vidal sebagai starter pengisi line-up mengakibatkan kehadiran Coutinho tidak terlalu dipikirkan ketika mungkin saja yang diincar Valverde adalah keseimbangan tim. Sebagai pemain yang tak ragu bermain agresif menyerang, Arturo Vidal juga amat rajin turun membantu lini pertahanan. Hal ini yang mungkin belum pelatih Barcelona dapatkan dari Phil Coutinho. Memulai debutnya pada 12 Agustus 2018, Arturo Vidal telah 21 kali menjadi starter dalam 44 pertandingan yang ia mainkan dengan total 3967 menit bermain. Hanya menghabiskan 25 juta Euro, faktor usia menjadi pemicu harga yang tidak terlalu tinggi untuk mendatangkannya dari Bayern Muenchen. Ernesto Valverde juga tampak sangat mengapresiasi kehadiran Arturo Vidal di skuad FC Barcelona meskipun di awal musim Vidal sempat hampir frustasi berebut posisi inti dengan Sergi Roberto, Ivan Rakitic, bahkan Nelson Semedo

        Keberadaan Phil Coutinho semakin tertahan di bangku cadangan akibat berebut perhatian Valverde dengan tiga pemain tersebut. Belum lagi, ia masih harus bersaing dengan Ivan Rakitic, Sergi Roberto, Malcom, bahkan Carles Alena yang sudah beberapa kali diberikan kesempatan bermain oleh pelatih kepala Barcelona tersebut. Momen sekarang ini adalah masa yang harus dimanfaatkan Coutinho agar Valverde mau memilihnya untuk menggantikan kekosongan yang ditinggalkan Dembele yang tengah mendapat cedera hamstring. Coutinho harus mampu tampil sesuai ekspektasi dan konsisten bagus agar rumor bahwa klub berniat menjualnya senilai 100 juta Euro pada akhir musim ini tidak berhembus semakin kencang. Bahkan, tersiar kabar bahwa Manchester United sudah menunjukkan ketertarikan. Ia harus mampu menikmati setiap menit yang ia habiskan di lapangan. Yang masih terlihat jelas adalah tidak tidak terlihat nyaman bermain sehingga gagal menampilkan kualitas hebatnya khususnya visi bermain, kecepatan, operan, kreativitas, dan akurasi tembakan ke gawang. Hal-hal ini akan mampu Coutinho tampilkan apabila ia mencapai konsistensi selevel Arthur Melo saat ini. 

        Philippe Coutinho adalah pemain termahal sepanjang sejarah klub FC Barcelona. Apakah ia akan bertahan selama lebih dari dua musim? Ataukah di akhir musim nanti ia akan memiliki tempat baru di klub lain? Akankah seorang Philippe Coutinho benar-benar menjadi blunder bagi klub sebesar FC Barcelona? Mari kita tunggu kontribusi sebesar apa yang dapat disumbangkan Phil Coutinho untuk klub dan penggemarnya, setidaknya sampai akhir musim ini.
Share This :