Frank Lampard sebagai Manajer Baru Chelsea : Bakal Tenggelam atau Berkibar?

Frank Lampard sebagai Manajer Baru Chelsea : Bakal Tenggelam atau Berkibar?
Frank Lampard sebagai Manajer Baru Chelsea : Bakal Tenggelam atau Berkibar?

Ketika Frank Lampard mengambil langkah pertama dalam dunia manajemen sepakbola dan mendapatkan pekerjaan di Derby County pada Mei 2018, tidak sedikit yang membayangkan sebuah skenario penuh dongeng bahwa suatu saat nanti mantan gelandang Chelsea dan timnas Inggris ini akan tiba kembali di Stamford Bridge, duduk di kursi yang sebelumnya ditempati oleh orang-orang seperti Jose Mourinho dan Carlo Ancelotti. Tetapi tidak ada seorang pun, bahkan Lampard sendiri, yang pernah membayangkan bahwa skenario itu datang dengan cepat, hanya setahun setelah ia memulai sebagai manajer.

Chelsea sedikit banyak telah mengambil pendekatan yang sama dengan yang dilakukan oleh Manchester United, yang setelah pemecatan Mourinho Desember lalu, segera menunjuk mantan pemain yang populer secara universal sebagai manajer. Tetapi performa naik-turun Ole Gunnar Solskjaer yang bertanggung jawab di Old Trafford, menyoroti sisi positif dan negatif dari perekrutan emosional ketika menyewa legenda klub untuk menjalankan tim. Dalam banyak hal, Chelsea telah mengambil taruhan lebih besar pada Lampard daripada United dengan memberikan Solskjaer kontrak tiga tahun.

Solskjaer setidaknya bisa menuliskan masa kerja 6 bulan di Cardiff City di pentas Liga Premier di CV-nya, serta dua musim penuhnya bersama Molde di liga Norwegia, sebagai bukti pengalamannya. Sedangkan Lampard hanya memiliki satu tahun di kursi manajemen, itu pun di luar Liga Premier, dan dia melakukannya dengan hasil yang tidak terlalu 'wah' juga. Derby County seperti yang kita tahu, di tangan Lampard gagal promosi meski sukses mencapai babak play-off. Kembalinya Lampard ke Chelsea lebih berkaitan dengan status legendarisnya sebagai pemain daripada resume singkatnya sebagai manajer.

Di Derby, Lampard memenangkan kurang dari setengah dari 57 pertandingan, alias 24 kemenangan, 17 imbang dan 16 kekalahan. Itu bukan statistik yang akan memaksa Pep Guardiola atau Jurgen Klopp memikirkannya terlalu keras atau bahkan harus mewaspadai sepak terjangnya. Derby versi Lampard sebenarnya cukup produktif dengan mencetak 69 gol liga, tetapi mereka juga kebobolan 54 dalam 46 pertandingan. Jika Chelsea mencari semacam kontinuitas, mereka mungkin bisa mengharapkan pendekatan yang sama dari Lampard yang diadopsi Sarri musim lalu dalam hal penekanan pada serangan. Tanpa Eden Hazard, pemain The Blues terbaik dalam beberapa musim terakhir, bagaimanapun, Chelsea mungkin akan banyak bergantung kepada Christian Pulisic, yang jauh-jauh hari sudah diplot sebagai pengganti tak langsungnya, terlepas dari bagaimana Lampard menuntun timnya untuk bermain nanti.

Terlepas dari rintangan yang harus diatasi oleh Lampard, mereka yang telah bekerja bersama dia membuktikan keinginannya untuk kesempurnaan dan kemampuan membuat orang-orang di sekitarnya menjadi lebih baik. Vincent Kompany, yang bermain bersama Lamps selama satu musim di Manchester City, berbicara awal pekan ini tentang bagaimana Lampard meningkatkan standar setelah kedatangannya di Etihad, membawa bersamanya mentalitas kemenangan yang telah dialaminya oleh orang-orang seperti Mourinho, Ancelotti dan bahkan Roman Abramovich di Chelsea.

Di Posisi Berapa Chelsea akan Finish di bawah Asuhan Frank Lampard musim 2019/2020 ?

Juara
Top 4
Top 6
Di Luar Top 6
Created with PollMaker

Setelah dilepas secara kontroversial oleh Chelsea pada akhir kontrak bermainnya pada Juni 2014, tekad Lampard untuk membuktikan bahwa dirinya belum habis membuat dia menikmati 1 musim yang mengesankan di City sebelum pindah ke New York City FC di MLS, dan dia akan kembali ke Stamford Bridge dengan dorongan yang sama untuk membuktikan bahwa nada-nada yang meragukannya itu salah. Ada, tidak diragukan lagi, banyak yang akan percaya bahwa pekerjaan ini datang terlalu cepat untuknya dan bahwa ia berisiko merusak hubungannya dengan Chelsea dengan mengambilnya sekarang setelah hanya satu tahun di bidang manajerial. Tapi Lampard akan melakukannya dengan caranya sendiri, dan keputusannya untuk membawa asisten Derby Jody Morris bersamanya ke Chelsea adalah petunjuk untuk itu.

Morris, mantan pemain Chelsea lainnya, adalah tokoh kunci dalam pembentukan tim muda The Blues yang sukses sebelum bertolak ke Derby 12 bulan lalu, dan dia akan tahu yang mana dari banyak bintang muda yang muncul di Stamford Bridge yang akan mampu melangkah ke tahap berikutnya masuk ke tim utama. Diharapkan bahwa dengan melakukan hal itu, pasangan ini dapat mengubah larangan transfer Chelsea menjadi peluang alih-alih sebuah halangan. Berdasarkan sejarah, pelatih yang mampu mengorbitkan pemain homeground akan lebih mudah dicintai oleh para fans.

Jika Lampard dan Morris dapat memanfaatkan lini produksi Chelsea dan mengubah tim menjadi tim yang mengandalkan talenta buatan sendiri alih-alih akuisisi yang mahal, penunjukan 'prematur' Lampard ini bisa saja menjadi kisah sukses. Jadi menurut Anda, Apakah Lampard akan tenggelam di tahun musim pertamanya ini, atau malah akan berkibar dengan penuh kesuksesan? Berikan komentarmu! 😋

sumber : ESPN
Share This :