7 Saran Pemain untuk Menghadapi Gameweek 7 FPL 2019/2020

7 Saran Pemain untuk Menghadapi Gameweek 7 FPL 2019/2020
7 Saran Pemain untuk Menghadapi Gameweek 7 FPL 2019/2020

Enam pekan sudah FPL musim 2019/2020 berlalu, jarak sudah mulai tampak melebar di setiap Mini Leagues yang saya dan mungkin Anda juga ikuti. Jika Anda termasuk ke dalam barisan yang tertinggal itu, jangan khawatir, kami ada beberapa saran pemain yang mungkin bisa Anda pakai untuk mulai memperbaiki posisi klasemen tim Anda. Let's go!

1. Tyrone Mings (DEF - Aston Villa)
Aston Villa termasuk tim yang kurang beruntung musim ini. Bagaimana tidak, mereka adalah salah 1 tim yang memiliki pertahanan yang baik, menderita shots on target paling sedikit, tapi tetap saja kebobolan banyak gol. Contohnya adalah di pekan ke-6 yang baru lalu dimana keunggulan mereka lenyap begitu saja saat melawan Arsenal.

Menghadapi Burnley di pekan ke-7 memang sedikit berisiko sejak pasukan Sean Dyche musim ini cukup baik terutama untuk sektor serang mereka. Kendati demikian, memakai jasa Mings untuk jangka panjang sejatinya bukanlah pilihan yang buruk.  

2. Diogo Jota (FWD - Wolves)
Lagi-lagi ini pilihan yang berisiko. Kita semua tahu betapa underperformed-nya Wolves musim ini, kebanyakan karena konsentrasi mereka yang terbagi dengan jadwal laga Europa League. Namun, saya percaya tidak selamanya mereka akan seperti itu. Class is permanent. Akan ada waktunya mereka bangkit. Kebetulan di pekan ke-7 ini, Wolves akan menghadapi sesama penghuni papan bawah, yakni Watford.

Watford adalah salah 1 tim dengan tingkat kebobolan paling tinggi di EPL musim ini. Gol penyeimbang yang dibuat Jota pekan lalu di kandang Crystal Palace, bukan tidak mungkin akan menjadi semacam tonggak kebangkitan mereka musim ini. Dengan harga Jota yang terus merosot, bisa jadi dia akan menjadi pembeda yang signifikan di kemudian hari.

3. Wilfried Zaha (MID - Crystal Palace)
Mungkin musim ini adalah salah 1 musim paling sialnya Zaha. Dimulai dari gagal pindahnya ia di bursa transfer, sampai catatan tanpa gol dan asis hingga pekan ke-6 EPL 2019/2020. Untuk pemain sekelas Zaha, tentunya hal tersebut adalah aib tersendiri.

Tentu kita berharap performa loyo seperti itu cepat atau lambat akan berakhir. Akhir pekan ini Palace akan menjamu Norwich, tim yang performa kandang dan tandangnya cukup jomplang. Meski Norwich musim ini mngejutkan banyak orang dengan Pukki Train-nya, faktanya mereka sudah kebobolan 14 gol dalam 6 pertandingan, benar-benar menjadikannya lawan yang ideal untuk Zaha.

4. Harry Kane (FWD - Tottenham Hotspur)
Entah apa yang salah dengan Spurs musim ini. Setelah performa yang hebat musim lalu, dimana mereka tinggal selangkah saja mencatat sejarah besar dengan memenangi Liga Champions (meski akhirnya gagal), pasukan Pochettino seperti hidup segan mati tak mau musim ini. Penampilan angin-anginan mereka berujung 2 kekalahan beruntun dari Leicester dan juga Colchester di Carabao Cup. Hasil yang salah untuk tim sebesar Spurs.

Di pekan ke-7 mereka akan kedatangan tamu Southampton. Soton bisa saja menghadirkan kesedihan lebih lanjut untuk Spurs seperti yang pernah dilakukan oleh Newcastle United beberapa saat lalu. Dengan performa yang kurang meyakinkan, saya pribadi tidak banyak berharap Spurs mampu mencatat hasil clean sheet kali ini. Kendati demikian, hampir dapat dipastikan mereka akan tetap mampu mencetak gol. Dan Kane sudah pasti akan memimpin barisan lini serang Spurs untuk bangkit.

5. Riyad Mahrez (MID - Manchester City)
Membaca nama ini mungkin Anda akan tertawa dalam hati : "Ini Serius?" Ya, salah 1 musuh terbesar manajer FPL adalah Pep Guardiola. Pep seringkali mengubah susunan tim seenaknya sendiri. Tak akan ada orang yang benar-benar bisa memahami jalan pikirannya. Dibangkucadangkannya Kevin de Bruyne di pekan ke-5 mungkin adalah salah satu bukti 'kepalsuan' Pep yang paling dibenci banyak manajer FPL musim ini.

Kendati demikian, tidak selamanya jalan pikiran Pep tidak dapat ditebak. Di pekan ke-6, saat Pep membangkucadangkan Raheem Sterling, sebenarnya sudah dapat diprediksi. Sterling bermain terlalu banyak dan kelelahan sebelum pekan ke-6 dimulai. Begitupun dengan Mahrez, resiko untuk memasangnya jelas sangat besar, meski tiap kali diturunkan Mahrez mampu selalu bermain bagus dan tidak pernah mengecewakan. Dengan tidak dimainkan di ajang Carabao Cup tengah pekan lalu, manajer FPL dapat berharap Mahrez akan memegang peranan penting di gameweek ke-7 ini.

6. Youri Tielemans (MID - Leicester City)
James Maddison adalah pemain Leicester yang paling mendapat banyak pujian atas performa timnya musim ini. Uniknya, dari perspektif FPL, Maddison justru tidak terlalu beruntung atas poin yang sudah dikumpulkannya sejauh ini. Sampai tulisan ini saya buat, status Maddison masih cedera dan diragukan tampil di pekan ke-7. Siapa sosok yang paling pas menggantikan peran Maddison? Jawabannya adalah Tielemans.

Pemain Belgia ini tampil luar biasa sejak datang dari AS Monaco pada bulan Januari 2019 yang lalu. Dari perspektif FPL, dia juga tidak tertinggal terlalu jauh dari Maddison perolehan poinnya. Menghadapi Newcastle United yang angin-anginan, Leicester hampir dapat dipastikan akan memetik poin penuh, dengan Tielemans diprediksi akan ikut punya andil besar di sana.

7. Sadio Mane (MID - Liverpool)
Sampai tulisan ini dibuat, status Mane memang masih cedera dan kemungkinan main 75%. Namun dari konferensi pers terakhir yang saya baca, Juergen Klopp menyatakan bahwa Sadio Mane siap dimainkan untuk pertandingan akhir pekan ini. Sejak memasuki tahun 2019, performa Mane tak perlu diragukan lagi. Dia tak pernah lebih rendah dari Mohamed Salah yang lebih banyak dipakai para manajer FPL. 

Menghadapi tim promosi Sheffield United adalah keuntungan lainnya. Sejak ditangani Klopp, Liverpool selalu memiliki hoki besar tiap kali berjumpa tim promosi. Bukan tidak mungkin, mereka akan kembali mampu menang besar kali ini dengan Mane yang juga berpotensi mendapatkan poin yang besar juga.

sumber : balls.ie
Share This :